TURISIAN.com – Garena membuka kalender esports Free Fire 2026 dari akar rumput. Sejak pertengahan Januari, babak City Qualifier Free Fire Nusantara Series (FFNS) 2026 Spring digelar serentak di 88 kota.
Dari kompetisi tingkat kota inilah perjalanan tim-tim Indonesia menuju panggung dunia dimulai, Free Fire World Series (FFWS) Global Finals 2026.
Turnamen ini bukan semata ajang elite. Garena sengaja merancang FFNS sebagai ruang terbuka bagi tim komunitas, semi-profesional, hingga profesional.
“City Qualifier menjadi pintu masuk bagi semua level pemain untuk bersaing di kompetisi tertinggi Free Fire,” tulis Garena dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Senin 19 Januari 2026.
FFNS 2026 dibagi ke dalam dua musim, Spring dan Fall. Jalur kualifikasinya berlapis—mulai dari City Qualifier, Open Qualifier, hingga Guild War Qualifier.
Untuk musim Spring, City Qualifier berlangsung dari 17 Januari hingga 8 Februari 2026. Tim yang lolos akan melanjutkan persaingan ke babak Region Qualifier dan Play-ins, yang dijadwalkan bergulir hingga awal Maret.
Garena kembali mempertahankan kebijakan membawa babak puncak ke luar Jakarta. Grand Finals FFNS 2026 Spring direncanakan digelar pada awal April di salah satu kota di Indonesia.
Sementara itu pendekatan serupa juga akan diterapkan pada Grand Finals FFNS 2026 Fall. Sebuah upaya memperluas ekosistem esports agar tidak terpusat di ibu kota.
Musim Spring berlangsung dari Januari hingga April 2026, sementara musim Fall digelar pada Mei hingga Juli.
Juara dari masing-masing musim akan mewakili Indonesia di FFWS SEA 2026 Spring dan Fall, gerbang menuju kompetisi global.
Di sela rangkaian FFNS, Garena memperkenalkan turnamen baru bertajuk Free Fire Battle Rush Series 2026.
BACA JUGA: Manparekraf Sandiaga Semangati Atlet Esport, Bisa Juara di Event Sea Games
Battle Royale
Dimulai pada 31 Januari, ajang ini dirancang sebagai pemanasan kompetitif bagi tim-tim yang akan tampil di FFNS dan FFWS SEA.
Sedangkan turnamen Battle Royale tersebut berlangsung selama tiga pekan, setiap akhir pekan.
Sebanyak 12 tim—gabungan profesional dan semi-profesional—ikut ambil bagian.
Nama-nama besar seperti RRQ Kazu, EVOS Divine, Shadow Esports, hingga SMAN 5 Ambon, juara Garena Youth Championship 2025, turut meramaikan persaingan.
Selain mengasah strategi, Battle Rush Series menjadi ruang adaptasi sebelum memasuki tekanan kompetisi tingkat regional.
Garena juga menyiapkan panggung internasional lewat Ramadan Cup 2026. Turnamen ini mempertemukan 18 tim dari empat negara dengan total hadiah 25 ribu dolar AS.
Enam tim berasal dari Bangladesh, enam dari Pakistan, empat dari Malaysia, dan dua dari Indonesia.
Dari Indonesia, Bigetron by Vitality dan ONIC hadir sebagai tim undangan. Ramadan Cup digelar secara daring pada 21–28 Februari 2026, diawali babak Knockout Stage.
Seluruh tim dibagi ke dalam tiga grup dan saling berhadapan dalam format liga singkat sebelum 12 tim terbaik melaju ke Grand Finals.
Di babak puncak, format Champion Rush diterapkan maksimal 10 ronde untuk menentukan juara.
Sebuah format yang menuntut konsistensi, agresivitas, dan ketahanan mental hingga detik terakhir.
Dengan rangkaian kompetisi berjenjang ini, Garena tampak ingin menegaskan satu hal, masa depan esports Free Fire Indonesia dibangun dari kota-kota, bukan hanya dari panggung besar. ***





