192 Tumpeng Diarak ke Puncak Gunung Tidar, Magelang Terapkan Rekayasa Lalu Lintas

192 Tumpeng
(Instagram/@gunung_tidar)

TURISIAN.com – Sebanyak 192 tumpeng akan diarak menuju puncak Gunung Tidar, Kota Magelang, Minggu 8 November 2026.

Kirab yang melibatkan perwakilan warga dari seluruh rukun warga (RW) itu menjadi puncak perayaan Merti Gunung Tidar. Sekaligus penutup rangkaian kegiatan tahunan tersebut.

Prosesi kirab dimulai pukul 08.00 WIB dari Alun-alun Kota Magelang. Peserta akan berjalan kaki melewati Jalan Ahmad Yani, kawasan Pecinan di Jalan Pemuda.

Termasuk juga di Jalan Jenderal Sudirman sebelum mencapai kawasan Gunung Tidar. Jarak yang ditempuh sekitar tiga kilometer.

Dinas Perhubungan Kota Magelang menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kota Magelang Makhmud Yunus mengatakan persimpangan yang terhubung dengan Jalan Pemuda akan menerapkan sistem buka-tutup.

Bersifat tentatif

Pengaturan dilakukan mengikuti pergerakan rombongan kirab.

Adapun di Jalan Jenderal Sudirman, peserta akan menggunakan separuh badan jalan.

Penutupan ruas jalan tidak dilakukan secara permanen, melainkan menyesuaikan situasi di lapangan.

“Untuk rute Jalan Jenderal Sudirman menggunakan separuh jalan dan penutupan bersifat tentatif,” kata Makhmud Jumat, 6 November 2026.

Sedangkan Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang Windo Atmoko menjelaskan, peserta kirab akan berjalan di sisi kanan jalan.

Gunung Tidar

Jalur tersebut dibatasi menggunakan kerucut lalu lintas atau traffic cone.

Sementara sisi kiri jalan tetap dapat dilalui kendaraan bermotor.

Menurut Windo, 192 tumpeng yang diarak merupakan representasi dari seluruh RW di Kota Magelang.

Setiap wilayah mengirimkan perwakilan untuk mengikuti prosesi dengan berjalan kaki menuju puncak Gunung Tidar.

Setibanya di puncak, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama dan tradisi kembul bujana atau makan bersama.

Tradisi ini menjadi bagian dari ungkapan syukur sekaligus ruang kebersamaan masyarakat.

Kesenian Lokal

Tiga Hari Perayaan Merti Gunung Tidar

Merti Gunung Tidar berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu, 6–8 November 2026.

Rangkaian kegiatan dibuka dengan pengajian akbar di Alun-alun Kota Magelang pada Jumat.

Sehari kemudian, lokasi yang sama menjadi panggung pertunjukan seni tari dari sejumlah sanggar kesenian lokal.

Adapun kirab 192 tumpeng menuju puncak Gunung Tidar menjadi agenda utama sekaligus penutup perayaan.

Melalui tradisi ini, masyarakat tidak hanya merawat warisan budaya lokal. Tetapi juga menjaga hubungan sosial dan semangat kebersamaan yang menjadi bagian dari identitas Kota Magelang. ***

Pos terkait