Taman Safari Indonesia, Pertahankan Pesona Panda China yang ‘Disewa’ Mahal

Panda
Sepasang Panda, satwa langkah yang eksotik ini terlihat sedang mengunyah bambu sebagai makanan mereka. (Dok.iStock)

TURISIAN.com – Di tengah hutan hijau yang rimbun, Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor menjadi rumah bagi sepasang panda eksotis dari negeri tirai bambu, China.

Tidak bisa dipungkiri, kedatangan panda raksasa ini telah menjadi daya tarik yang mengundang decak kagum para pengunjung.

Namun, tahukah Anda bahwa kedatangan dua makhluk menggemaskan ini tidaklah gratis? Melainkan, TSI harus merogoh kocek dalam-dalam untuk menyewa kehadiran mereka.

Cai Tao, si jantan gagah, dan Hu Chun, si betina anggun, adalah perwakilan langka dari spesies panda. Langit-langit hutan yang menyaksikan keindahan menjadi saksi. Betapa mahalnya biaya yang harus dikeluarkan untuk memboyong mereka dari daratan China.

Sebagaimana dikutip dari pernyataan Board Member Taman Safari Indonesia, Agus Susanto, kepada media di Taman Safari Bogor, tak dapat dipungkiri bahwa panda-panda ini tidak diberikan dengan cuma-cuma.

BACA JUGA: Taman Safari Tebar Promo Tiket di Indonesia Travel Fair, Buruan Datang

Negara asal mereka, China, menawarkan kesempatan bagi negara-negara lain untuk menyewa hewan-hewan langka tersebut. Yakni, sebagai bentuk kerjasama dalam konservasi satwa yang hampir punah ini.

“Walaupun untuk diplomasi, tapi disewakan dan diikuti terus. Dokternya beberapa bulan sekali datang ke sini,” ungkap Agus, sambil menjelaskan bagaimana kebijakan China dalam memantau kesejahteraan panda-panda yang telah disewakan ke luar negeri.

Cai Tao dan Hu Chun

Kehadiran Cai Tao dan Hu Chun di TSI Bogor tak hanya melambangkan hubungan diplomasi yang erat antara China dan Indonesia.

Tetapi juga merupakan komitmen untuk menjaga keberlangsungan hidup mereka. Sebagai bentuk perjanjian, sepasang panda ini akan tinggal di Taman Safari Indonesia selama 10 tahun. Dan,  kemungkinan perpanjangan setelah masa kontrak berakhir.

BACA JUGA: Tips Agar Tak di Tabrak Singa Saat Berkunjung ke Taman Safari

Meskipun rincian harga sewa panda-panda ini tidak dijelaskan secara detail oleh pihak Taman Safari. Namun, informasi dari sumber lain menyebutkan bahwa biaya sewa untuk mendapatkan Cai Tao dan Hu Chun mencapai angka fantastis.

Yaitu sekitar USD 1 juta atau setara dengan Rp 13 miliar per tahun. Sebuah angka yang tidak dapat dianggap remeh. Akan tetapi,  tetap dianggap lebih terjangkau dibandingkan negara-negara lain yang juga berlomba mendapatkan kesempatan serupa.

Namun, harga sewa yang mahal tersebut sejatinya menjadi cermin kepedulian serius China terhadap keberadaan satwa langka yang rentan punah.

Dengan populasi panda liar yang hanya tersisa sekitar 1.800 ekor, pantas saja jika China menerapkan pengawasan ketat.

BACA JUGA: Pembangunan Solo Safari Tahap Kedua Dimulai, Ada Wahana Kuda  Nil

Termasuk, dalam pembebanan biaya sewa bagi hewan-hewan yang merupakan lambang kebanggaan negaranya.

Melalui kebijakan sewa panda ini, diharapkan bahwa upaya konservasi dan kesadaran akan perlunya melindungi satwa langka akan semakin diperkuat.

Selain itu, pernyataan dari perwakilan TSI juga mengajak Indonesia untuk mengadopsi prinsip serupa dalam upaya menjaga dan melindungi satwa langka yang ada di dalam negeri.

Dengan kedatangan sepasang panda penuh pesona ini, Taman Safari Indonesia semakin menegaskan dirinya sebagai surga bagi satwa-satwa eksotis.

Serta, kisah cinta antara Indonesia dan China untuk melindungi harta karun alam semesta terus terjaga. ***

Pos terkait