Menikmati Eksotisme Kaliandra Sejati, Sensasi Kehidupan Zaman Kerajaan

Kaliandra Sejati
Salah satu sudut bangunan bergaya tempoe doloe yang berada di Kaliandra Sejati. (Instagram/@kaliandraresort)

TURISIAN.com – Kaliandra Sejati, nama lengkap salah satu destinasi wisata di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Tepatnya di Dusun Gamoh, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen.

Mungkin banyak yang belum mengenal Kaliandra. Ini bisa dimaklumi, karena wisata ini berada pada pengelolaan Yayasan. Kurang terekspos dan letaknya cukup terpencil, dibawah kaki gunung Arjuno.

Kaliandra sebenarnya terbuka untuk umum. Bisa siapa saja datang dan menikmati eksotismenya.

Bahkan, Kaliandra menawarkan sensasi yang berbeda dibanding destinasi wisata lainnya. Kalian hanya akan dikenakan biaya masuk kawasan sebesar Rp. 100 ribu. Mulai buka jam 08.00 dan tutup pada pukul 15.30 WIB.

BACA JUGA: 3 Wisata Malam Jawa Timur yang Bikin Pengunjungnya Males Balik

Cara menuju Kaliandra sangat mudah

Untuk bisa mengunjungi Kaliandra, Sobat Turisian bisa turun di Surabaya atau Malang. Dari arah Surabaya atau Malang butuh waktu 1 jam.

Dari arah Surabaya, bisa langsung perjalanan via tol, Surabaya – Pandaan, turun by pass Taman Dayu.

Kemudian, Sobat Turisian  bisa menuju jalur arah Taman Safari Indonesia (TSI) 2 Prigen.

Sebelum TSI, belok ke kanan, sekitar 30 menit menuju Dusun Gamoh Desa Dayurejo, lokasi Kaliandra.

BACA JUGA: Cafe Laut Semare, Wisata Lain Pasuruan Lewat Kelezatan Menu Seafood

Mengintip ornamen bangunan model kuno

Sensasi yang berbeda itu bisa dirasakan saat awal memasuki halaman Kaliandra. Pemandangan pertama yang dilihat adalah pintu gerbang yang tinggi.

Terbuat dari bambu dan tertutup rapat. Mirip seperti pintu gerbang tapal batas desa yang ada di film-film bertemakan kerajaan di televisi.

Di sebelah pintu gerbang, berdiri deretan pohon besar yang tinggi menjulang. Kesan angker dan penasaran bisa menyelinap masuk dalam perasaan kalian.

BACA JUGA: Sungai Kalimas, Destinasi Baru yang Menawarkan Pesona Romantisme

Namun, begitu pintu gerbang dibuka, perasaan itu bakal meredup. Berubah menjadi rasa takjub. Ornamen bangunan model kuno ala kerajaan.

Rumah-rumah tempat penginapan wisatawan dibuat jadul (jaman dulu). Wisatawan bisa merasakan sensasi berada di tengah-tengah kampung jadul.

Ada dua kampung di Kaliandra. Di dataran bawah, namanya Kampung Bharatapura. Di sini, wisawatan bisa menikmati pendopo Kaliandra, recepsionis, tempat latihan seni dan budaya serta tempat edukasi alam dan eco wisata. Kampung Hastinapura berada di dataran atas serta terdapat pendopo dan penginapan juga.

BACA JUGA: Berkunjung ke Pura Maospahit Denpasar yang Unik, Arsitekturnya Gaya Jawa Timur

Jumpa istana bergaya arsitektur Eropa

Selain menjumpai kampung, pengunjung akan dibuat takjub dengan sebuah bangunan di Kaliandra Sejati. Bangunan ini dulunya adalah sebuah Villa yang hanya khusus dinikmati pemiliknya.

Lebih privasi. Bangunan ini hanya bisa dinikmati dari luar halaman. Sebab, pihak pengelola hanya bisa mengizinkan orang-orang tertentu yang bisa masuk ke dalam.

Dari luar, bangunan ini lebih banyak menonjolkan arsitektur Eropa. Persis bangunan yang biasanya ditinggali saat zaman penjajahan Belanda.

Di depan, terdapat empat pilar besar dan halaman yang luas. Bangunannya pun tinggi menjulang.

BACA JUGA: 7 Gunung di Pulau Jawa yang Aman untuk Pendaki Pemula

Serasa menginap bak putri raja

Berkunjung ke Kaliandra memang tidak lengkap jika belum menginap. Sensasi di malam hari perlu dirasakan Sobat Turisian

Penginapan di Kaliandra Sejati berupa  rumah-rumah kayu berukuran besar, terlihat cantik dengan hiasan dan ukiran.

Rumah-rumah di Kaliandra dikelilingi oleh taman-taman indah tertata rapi. Jarak antar rumah dipisahkan oleh taman, agar kalian bisa menikmati keindahan taman, pihak pengelola menyiapkan bangku-bangku hias untuk tempat duduk.

Begitu masuk ke penginapan, kamu akan menikmati kamar tidur yang berbeda. Dipan kamar tidur terbuat dari kayu.

BACA JUGA: Candi Tikus Trowulan, Alternatif Tujuan Wisata di Mojokerto Jawa Timur

Berkasur empuk, dikelilingi dengan kelambu. Sinar lampu dibuat temaram untuk memunculkan aura jaman dulu. Seolah merasakan bermalam bak puti-putri raja.

Saat cakrawala pagi menyapa, kita akan dibuat takjub lagi. Begitu jendela kamar dibuka, Sobat Turisian  akan melihat taman yang indah dan view alam yang menawan.

Sekali-sekali, tidak ada salahnya untuk merasakan nikmatnya malam ala zaman kerajaan untuk melepas kelelahan setelah berjibaku dengan rutinitas yang sepertinya tak pernah usai. ***

Pos terkait