TURISIAN.com — Sebanyak 103 buyer dari dalam dan luar negeri menghadiri PHRI Vaganza Table Top 2026 di Rama Shinta Ballroom, Patra Hotel & Convention, Semarang, Rabu, 21 Oktober 2026.
Ajang yang digelar DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah itu mempertemukan pelaku industri pariwisata dengan 107 seller dari sejumlah daerah.
Para buyer berasal dari Malaysia, Singapura, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Bali, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Adapun seller berasal dari Jawa Tengah, Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Yogyakarta.
Sementara itu Penjabat Ketua PHRI Jawa Tengah Albert Dwijaya mengatakan keterlibatan buyer mancanegara menjadi salah satu pembeda penyelenggaraan tahun ini.
Langkah tersebut, menurut dia, sejalan dengan terbukanya akses penerbangan langsung dari berbagai kota menuju Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang.
Melalui pertemuan bisnis atau business matching, PHRI berharap pelaku perhotelan dan agen perjalanan dapat membangun kemitraan jangka panjang.
Kerja sama itu diharapkan memperluas pasar sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan ke Jawa Tengah.
Sedangkan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Ia menilai agenda yang mempertemukan pelaku industri secara langsung lebih relevan dengan kebutuhan bisnis pariwisata. Paling tidak jika dibandingkan kegiatan yang hanya mengandalkan kemeriahan acara.
“Inilah yang kita butuhkan, bukan sekadar hura-hura atau kemeriahan sesaat, melainkan sebuah agenda yang lahir dari kebutuhan nyata teman-teman di lapangan,” kata Agustina.
Ia berharap kegiatan PHRI Vaganza Table Top 2026 iini memperkuat kerja sama antardaerah dan mendorong pertumbuhan industri perhotelan, terutama menjelang 2027.
Bagi Semarang, pertemuan bisnis semacam ini menjadi salah satu upaya memperluas posisi kota dalam peta pariwisata.
Tantangannya bukan hanya menarik pelaku industri untuk bertemu. Melainkan mengubah pertemuan tersebut menjadi transaksi, paket perjalanan, dan kunjungan wisatawan yang berkelanjutan. ***





