TURISIAN.com — Pariwisata bukan semata urusan mendatangkan wisatawan dan mengejar pertumbuhan ekonomi atau mengerek pendapatan.
Pelestarian budaya, lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat harus berjalan beriringan dengan pertumbuhan industri tersebut.
Pesan itu disampaikan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat melepas lulusan Wisuda Ke-32 Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali di Kabupaten Badung, Kamis 22 Oktober 2026.
Di tengah terbukanya peluang pariwisata di pasar global, Widiyanti mengingatkan pentingnya menjaga akar budaya dalam pengembangan destinasi.
Menurut dia, kemajuan industri tidak semestinya membuat nilai-nilai lokal tersisih.
“Di tengah peluang global yang semakin luas, kita juga perlu memastikan bahwa kemajuan pariwisata tetap berakar pada nilai-nilai budaya,” kata Widiyanti.
Ia mencontohkan filosofi Tri Hita Karana yang hidup dalam masyarakat Bali.
Filosofi ini mengajarkan keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.
Bagi Widiyanti, prinsip tersebut bukan sekadar warisan pemikiran lokal.
Nilai-nilainya dapat menjadi pijakan dalam mengelola destinasi agar pertumbuhan ekonomi tidak mengorbankan lingkungan maupun kehidupan sosial masyarakat setempat.
“Kemajuan pariwisata harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Tantangan itu, menurut Widiyanti, juga menempatkan sumber daya manusia sebagai salah satu penentu arah industri pariwisata.
Profesionalisme tidak cukup diukur dari kemampuan memberikan pelayanan kepada wisatawan.
Pengelolaan destinasi dan pengembangan produk wisata pun perlu memperhitungkan kearifan lokal.
Sementara itu para lulusan Poltekpar Bali diharapkan membawa pemahaman tersebut ke dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri.
Mereka bukan hanya dituntut menguasai keterampilan industri, melainkan juga memahami dampak pekerjaan terhadap masyarakat dan lingkungan.
Widiyanti mengingatkan bahwa keberhasilan karier tidak semata-mata ditentukan oleh jabatan atau pencapaian pribadi.
Ada tanggung jawab sosial yang menyertai setiap peran dalam industri pariwisata.
“Keberhasilan tidak hanya diukur dari seberapa tinggi posisi yang diraih. Tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat saudara hadirkan bagi masyarakat,” kata Widiyanti. ***





