Indramayu 499 Tahun: Kaya Pangan, Tapi Kemiskinan Masih 11,02 Persen

Indramayu
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menerima nasi tumpeng di acara HUT Kabupaten Garut ke-499 Rabu, 7 Oktober 2026. (Dok.Pemda Bandung)

TURISIAN.com – Hampir lima abad usia Indramayu. Kabupaten di pesisir utara Jawa Barat itu punya modal ekonomi yang tak kecil, dari sawah hingga kawasan industri.

Tapi modal itu belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kesejahteraan penduduknya.

Memasuki usia 499 tahun, Pemerintah Kabupaten Indramayu diminta memusatkan perhatian pada tiga agenda.

Pertama, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat ekonomi masyarakat, serta memperbaiki konektivitas dan kolaborasi antarpemerintah.

Sementara itu Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengatakan tiga agenda tersebut menjadi kunci agar Indramayu tak berhenti sebagai daerah penyangga.

Ia berharap Indramayu dapat tumbuh menjadi salah satu penggerak ekonomi, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat di kawasan Pantura Jawa Barat.

Motor Pertumbuhan Ekonomi

“Saya yakin dengan potensi yang besar dan semangat masyarakatnya, Indramayu tidak hanya menjadi bagian penting bagi Jawa Barat. Tetapi jadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi, ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Pantura,” kata Erwan dalam rapat paripurna DPRD Indramayu memperingati Hari Jadi ke-499 Indramayu, Rabu, 7 Oktober 2026.

Indramayu memang memiliki modal kuat. Kabupaten ini merupakan salah satu lumbung pangan utama Jawa Barat dan nasional. Produksi padinya mencapai sekitar 1,67 juta ton per tahun.

Potensinya tidak berhenti di sawah. Industri, energi, kelautan dan perikanan, pariwisata, serta ekonomi kreatif juga menjadi sektor yang dapat dikembangkan.

Sedangkan kawasan Balongan, misalnya, dinilai memiliki peluang untuk menarik investasi strategis sekaligus membuka lapangan pekerjaan.

Kesempatan Kerja

Namun, di balik angka produksi dan potensi investasi itu terselip persoalan yang tak ringan.

Indeks Pembangunan Manusia Indramayu pada 2025 berada di angka 71,58. Tingkat pengangguran terbuka mencapai 6,47 persen. Adapun angka kemiskinan masih 11,02 persen.

Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi belum otomatis mengangkat seluruh penduduk ke tingkat kesejahteraan yang lebih baik.

Karena itu, menurut Erwan, pembangunan Indramayu tak cukup hanya bertumpu pada investasi dan pertumbuhan sektor ekonomi.

Pemerintah perlu memastikan pertumbuhan tersebut membuka kesempatan kerja, meningkatkan kualitas manusia, sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Erwan menilai pekerjaan rumah itu tidak mungkin diselesaikan oleh pemerintah kabupaten sendirian.

Pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat  perlu bekerja dalam satu agenda pembangunan.

IPM semakin meningkat

“Ini pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Mari fokus selesaikan semua permasalahan di Indramayu ini dengan kolaborasi,” katanya.

“Dengan demikian  tingkat kemiskinan bisa menurun, indeks gini tidak terlalu jauh. IPM semakin meningkat, pengangguran menurun dan yang paling utama adalah bagaimana masyarakatnya semakin sejahtera,” sambungnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kata Erwan, siap memberikan dukungan.

Rapat paripurna DPRD Indramayu memperingati Hari Jadi ke-499 berlangsung khidmat.

Para anggota DPRD mengenakan pakaian adat khas Indramayu. Sejarah berdirinya kabupaten ini, yang telah melewati perjalanan hampir lima abad, kembali dibacakan.

Usia panjang itu menjadi penanda sejarah. Tapi bagi pemerintah daerah, tantangannya bukan sekadar merawat sejarah.

Daerah ini  perlu memastikan kekayaan pangan, industri, energi, dan pesisir itu benar-benar berujung pada satu hal: meningkatnya kesejahteraan warga. ***

Pos terkait