TURISIAN.com – Tokoh pariwisata dan pelaku usaha Jawa Barat, Henry Husada, terus memperluas jejaring atau relasi internasional.
Bukan sekadar membangun relasi, pertemuan dengan sejumlah perwakilan negara sahabat juga diarahkan untuk membuka ruang pertukaran kebudayaan. Sekaligus peluang kerja sama ekonomi.
Terbaru, Henry bersilaturahmi dengan Salem Ahmed Balfakeeh, Ambassador Embassy of The Republic of Yemen untuk Indonesia.
Pertemuan tersebut menjadi ruang bertukar informasi mengenai potensi kebudayaan dan ekonomi kedua negara.
Henry mengatakan, hubungan antarmasyarakat kedua negara tidak semestinya berhenti pada pertukaran informasi kebudayaan.
Menurut dia, peluang bisnis yang saling menguntungkan juga dapat dikembangkan dari hubungan tersebut.
“Pembicaraannya sangat produktif. Pak Salem Ahmad Balfakeh juga tertarik dengan beberapa potensi kerja sama yang bisa dibangun,” kata Henry.
Mengembangkan Usaha
Menurut Henry, Indonesia dan Yaman memiliki peluang untuk mengembangkan kerja sama di sejumlah bidang.
Karena itu, komunikasi yang lebih intens antara pelaku usaha maupun pemangku kepentingan kedua negara dinilai penting untuk menemukan bidang yang memiliki prospek.
Ia berharap pertemuan tersebut menjadi pintu masuk bagi kerja sama konkret.
BACA JUGA: Promosi Pariwisata Indonesia di ATM Dubai, Incar Wisatawan Timur Tengah
Bahkan, jika terdapat peluang investasi atau prospek bisnis di Yaman, Henry membuka kemungkinan untuk mengembangkan usaha bersama melalui skema joint business.
“Harapannya tentu bisa menghasilkan kerja sama yang saling menguntungkan. Kalau memang ada prospek yang bisa dibangun di Yaman, tidak menutup kemungkinan kami melakukan join business,” ujarnya.
Sementara itu, Salem Ahmed Balfakeeh menyambut baik kedatangan Henry.
Potensi ekonomi
Pertemuan tersebut dinilai menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan sekaligus mendiskusikan berbagai peluang yang dapat dikembangkan antara Yaman dan Indonesia.
Bagi Henry, membangun relasi internasional merupakan bagian dari upaya memperkenalkan lebih luas kekayaan budaya dan potensi ekonomi Indonesia kepada masyarakat dunia.
Di sisi lain, jejaring tersebut juga membuka kesempatan untuk mengenali potensi negara lain yang dapat dikembangkan bersama.
Langkah itu sekaligus menempatkan sektor pariwisata tidak semata sebagai urusan perjalanan dan destinasi, tetapi sebagai jembatan diplomasi budaya, perdagangan, dan investasi antarnegara. ***





