Immerzoa, Wajah Baru Museum Zoologi Bogor yang Menghidupkan Satwa Nusantara

Satwa Nusantara
Manajemen Kebun Raya Bogor saat memberikan keterangan pers terkait wahana baru Immerzoa, belum lama ini. (Foto: Dok.kebun raya bogor)

TURISIAN.com – Di dalam gedung tua, suasana kini berubah. Tak lagi sekadar ruang sunyi berisi fosil dan diorama satwa nusantara yang dipandangi sepintas lalu.

Museum yang berdiri di kompleks itu mencoba menghadirkan pengalaman baru: ruang pamer interaktif bernama “Immerzoa”.

Ruangan itu gelap. Dinding dan lantainya menjadi layar raksasa tempat animasi satwa bergerak. Seekor paus tampak berenang mendekat.

Siluet badak muncul di tengah rimba virtual. Kasuari melintas di antara pijakan cahaya yang menyala setiap kali disentuh pengunjung.

“Kalau disentuh menyala. Diinjak juga menyala,” ujar Hasan, pemandu museum, ketika menunjukkan cara kerja instalasi tersebut beberapa hari lalu.

Immerzoa—gabungan kata immersive dan zoo—dirancang bukan sekadar menjadi ruang tontonan.

Pengelola museum ingin anak-anak merasakan pengalaman berinteraksi dengan koleksi fauna Indonesia secara lebih hidup.

Pengunjung tidak hanya berdiri menatap diorama statis, melainkan ikut “masuk” ke habitat hewan melalui proyeksi visual dan efek interaktif.

Pengalaman visual menjadi daya tarik utama ruang ini. Anak-anak tampak berlari mengejar cahaya animasi di lantai, sementara orang tua sibuk merekam gambar dan video.

Namun pengelola mengingatkan pengunjung agar tidak memukul atau bersandar pada dinding kaca tempat pantulan visual diproyeksikan.

Petugas museum disiagakan di dalam ruangan untuk menjaga keamanan selama pertunjukan berlangsung.

Satu sesi berjalan sekitar 20 menit dengan kapasitas maksimal 27 hingga 28 orang.

Saat ini Immerzoa masih berada dalam tahap soft opening. Pengelola tengah menyiapkan pengembangan berikutnya: menghadirkan alur cerita pada setiap satwa yang ditampilkan.

Hewan Zaman Dulu

“Nanti ada cerita kehidupan hewan zaman dulu. Misalnya kasuari berasal dari Papua, tidak bisa terbang karena sayapnya pendek,” kata Hasan.

Menurut dia, pendekatan naratif itu disiapkan agar museum tidak hanya menjadi tempat berfoto.

Tetapi juga ruang belajar yang membuat anak-anak memahami asal-usul dan karakter satwa Indonesia.

Bagi pengunjung, ruang interaktif ini sudah dapat dinikmati tanpa biaya tambahan di luar tiket masuk museum.

Sistem sesi baru diterapkan bila jumlah pengunjung membludak atau datang dalam rombongan besar.

Pengelola menargetkan grand opening Immerzoa berlangsung pada Mei atau Juni tahun ini. Informasi pelaksanaannya akan diumumkan melalui akun resmi media sosial Kebun Raya Bogor. ***

Pos terkait