Henry Husada Sebut Asosiasi UMKM Penting Jaga Disparitas Usaha

TURISIAN.com – Pengusaha nasional Henry Husada mengapresiasi langkah UMKM yang dinilai konsisten mendorong penguatan organisasi pelaku usaha rakyat.

Salah satunya, melalui kehadiran Asosiasi Pengusaha Mi dan Bakso atau Apmiso.

Menurut dia, keberadaan asosiasi tersebut memiliki peran strategis dalam memperkuat daya saing UMKM sekaligus memperkecil kesenjangan ekonomi antarskala usaha.

“Paling tidak, bisa menjaga disparitas antara usaha mikro, kecil, dan menengah agar tidak terlalu tinggi,” ujar Henry Husada Senin, 11 Mei 2026.

Henry menilai, keberadaan asosiasi usaha bukan sekadar menjadi wadah berkumpul para pelaku UMKM.

Lebih dari itu, asosiasi mampu membuka ruang kolaborasi, memperluas akses pasar. Hingga memperkuat posisi tawar pengusaha kecil di tengah persaingan usaha yang semakin ketat.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul kehadiran Maman Abdurrahman dalam pelantikan DPW Asosiasi Pengusaha Mi dan Bakso DKI Jakarta. Proses pelantikan  Apmiso sendiri berlangsung di ajang Inabuyer B2B2G Expo 2026 di Jakarta.

Dalam kesempatan itu, Menteri Maman menekankan pentingnya organisasi usaha yang solid. Khususnya  bagi pedagang mi dan bakso agar memiliki kekuatan ekonomi yang lebih besar.

Sementara itu, kata Maman, asosiasi dapat memperluas peluang kemitraan sekaligus mempermudah akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.

Penyaluran KUR

Henry Husada
Henry Husada, Tokoh UMKM Nasional yang juga CEO Kagum Group. (Turisian.com/Dok)

Ia mencontohkan kerja sama Apmiso dengan lembaga perbankan penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dinilai mampu membuka akses modal lebih luas bagi pedagang.

“Kolaborasi positif antara Apmiso, perbankan, dan koperasi seharusnya bisa menghasilkan akselerasi pertumbuhan. Termasuk,  percepatan peningkatan ekonomi usaha pedagang-pedagang mi ayam dan bakso,” kata Maman.

Selain memperkuat akses pembiayaan, keberadaan asosiasi juga dinilai penting sebagai jembatan komunikasi antara pelaku usaha dan pemerintah.

Dengan adanya komunikasi yang terbangun melalui organisasi usaha, kebijakan yang dihasilkan dinilai akan lebih sesuai. Utamanya, dengan kebutuhan dan kondisi nyata di lapangan.

Menteri Maman menegaskan, hubungan yang baik antara pemerintah dan pelaku UMKM melalui asosiasi akan melahirkan kebijakan yang lebih progresif, konkret.

Bahkan, dinilai tepat sasaran dalam mendukung pertumbuhan UMKM nasional.

“Kehadiran asosiasi usaha seperti Apmiso menjadi ujung tombak untuk menduniakan bakso dan mi,” ujar Menteri UMKM. ***

Pos terkait