Dukungan Mengalir untuk Bazar UMKM “Persit Bisa”, Dorong Penguatan Ekonomi Daerah

Persit Bisa
Pelaku UMKM yang juga anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang VI PUSDIKIF PCBS PUSSENIF, Fina Kuscahyaningrum memperlihatkan produk sepatu. (Foto: Ist)

TURISIAN.com  — Dukungan terhadap pelaksanaan bazar UMKM dalam rangka kegiatan PERSIT BISA yang akan digelar oleh Persit Kartika Chandra Kirana terus mengalir.

Salah satunya datang dari Henry Husada yang menilai kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan usaha mikro di daerah.

Menurut Henry, bazar UMKM bukan sekadar ajang promosi, melainkan juga menjadi ruang strategis untuk memperluas pasar sekaligus memperkuat fondasi ekonomi masyarakat.

“Tentu saja bazar UMKM seperti ini perlu kita dukung dan didorong sebagai upaya memajukan produk-produk UMKM,” kata Henry, Rabu, 8 April 2026.

Ia menilai, keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan semacam ini menjadi kunci agar pelaku UMKM mampu naik kelas dan berdaya saing lebih tinggi.

Selain itu, bazar juga dinilai mampu membuka peluang kolaborasi antar pelaku usaha.

Sementara itu, pelaku UMKM yang juga anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang VI PUSDIKIF PCBS PUSSENIF, Fina Kuscahyaningrum mengimbau para pelaku UMKM mandiri. Paling tidak, untuk mempersiapkan diri mengikuti kegiatan tersebut.

Ia sendiri tengah mematangkan persiapan untuk menampilkan produk unggulan dari usahanya, TRIBLEEFOOTWEAR.

Usaha yang dirintis sejak 2018 itu bergerak di bidang fashion dengan produk andalan berupa sandal flat bertali yang dikenal sederhana, nyaman, dan mengikuti tren.

Kapasitas Produksi

Henry Husada
Henry Husada, Tokoh UMKM Nasional yang juga CEO Kagum Group. (Turisian.com/Dok)

Menjelang pelaksanaan PERSIT BISA dalam waktu sekitar satu bulan ke depan, Fina mulai meningkatkan kapasitas produksi.

“Untuk persiapan bazar nanti, kami mulai menambah produksi. Termasuk,  mendesain beberapa model baru yang lebih kekinian. Kami ingin menampilkan produk yang menarik sehingga pengunjung bazar memiliki banyak pilihan,” ujar Fina.

Tak hanya fokus pada pengembangan desain, ia juga menyiapkan strategi pemasaran serta memastikan ketersediaan stok berbagai ukuran sandal guna memenuhi kebutuhan pengunjung.

Bagi Fina, mengikuti bazar Persit tidak hanya menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk. Tetapi juga menjadi wadah untuk saling mendukung antar anggota Persit yang memiliki usaha.

“Kami berharap melalui kegiatan bazar ini, UMKM anggota Persit BISA semakin dikenal masyarakat luas dan terus berkembang,” ujarnya.

Dengan berbagai persiapan yang tengah dilakukan, TRIBLEEFOOTWEAR optimistis dapat menghadirkan produk yang menarik. Sekaligus memperkenalkan karya anggota Persit kepada masyarakat.

Saat ini, TRIBLEEFOOTWEAR telah memberdayakan sedikitnya 12 tenaga kerja. Terdiri atas tujuh orang di bagian konveksi, satu karyawan di toko BIP, serta empat karyawan di toko Caringin.

Melalui usaha tersebut, Fina berupaya memberikan dampak sosial dengan membuka lapangan pekerjaan, khususnya bagi perempuan usia produktif.

Selain itu, ia juga membuka peluang bagi masyarakat untuk bergabung sebagai reseller maupun affiliate melalui marketplace.

Bazar UMKM dalam rangka PERSIT BISA diharapkan tidak hanya menjadi ajang transaksi. Tetapi juga wadah pemberdayaan ekonomi yang mampu mendorong kemandirian pelaku usaha lokal.

Utamanya di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang. ***

Pos terkait