Bazmut Sesi II Pemkot Bandung, Henry Husada Sebut Langkah Tepat Bantu Masyarakat dan UMKM

Bazmut
Pelaku UMKM Kota Bandung menunjukan salah satu produk olahan di Bazar yang digelar Pemkot Bandung. (Foto: Dok.Pemkot Bandung)

TURISIAN.com — Tokoh UMKM nasional, Henry Husada, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Bazmut (Bazar Murah Utama) sesi II yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.

Program tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam membantu masyarakat sekaligus menggerakkan roda perekonomian pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut Henry, bazar murah yang dilaksanakan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran memberikan dampak ganda.

Baik dari sisi daya beli masyarakat maupun keberlangsungan usaha pelaku UMKM.

“Saya rasa ini merupakan langkah yang tepat. Memang bazar seperti ini sangat membantu. Tidak saja bagi masyarakat yang ingin memperoleh sembako murah.Namun juga terhadap pelaku UMKM itu sendiri,” kata Henry kepada Turisian.com, Senin 2 Maret 2026.

Ia menilai, kegiatan bazar yang melibatkan berbagai unsur pemerintah dan pelaku usaha mampu menciptakan perputaran ekonomi lokal secara langsung.

Kehadiran UMKM dalam kegiatan tersebut membuka peluang promosi sekaligus memperluas pasar di tengah momentum tingginya konsumsi masyarakat.

Henry Husada, “Bapak UMKM” yang juga CEO Kagum Group. (Foto: Ist)

Menjaga Stabilitas

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kota Bandung kembali menggelar Bazmut sesi II pada 2–6 Maret 2026 di 15 kecamatan se-Kota Bandung.

Program ini menjadi salah satu upaya strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, mengatakan pelaksanaan tahap kedua bazar difokuskan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran.

“Bazar sesi kedua ini akan kami laksanakan pada 2–6 Maret 2026 menjelang Lebaran. Tujuannya untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau,” ujar Ronny, Minggu (1/3/2026).

Dalam Bazmut sesi II, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran.

Mulai dari beras SPHP, minyak goreng, gula pasir hingga daging.

Harga yang lebih murah tersebut terwujud melalui kolaborasi Disdagin Kota Bandung dengan sejumlah mitra strategis, seperti Bulog, Pertamina, serta jaringan ritel modern.

Ronny menjelaskan, setiap lokasi bazar menyediakan sekitar 10 tenda yang menjual beragam kebutuhan pokok dengan jaminan ketersediaan stok.

“Di setiap lokasi akan tersedia sekitar 10 tenda yang menjual berbagai kebutuhan pokok. Kami pastikan stok aman dan harga terjangkau,” jelasnya.

Tak hanya menghadirkan sembako murah, Bazmut juga menjadi ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Warga dan pelaku UMKM dapat mengakses berbagai layanan publik. Seperti pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB).

Kemudian, pendaftaran Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), sertifikasi halal, Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), hingga layanan perizinan dari DPMPTSP.

Produk-produk UMKM binaan kecamatan turut dipasarkan dalam kegiatan ini, sehingga mendorong perputaran ekonomi lokal di masing-masing wilayah.

Ronny berharap, program Bazmut tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga menjaga stabilitas inflasi daerah.

“Kami ingin masyarakat terbantu, UMKM bergerak, dan inflasi daerah tetap terkendali,” tuturnya. ***

Pos terkait