JIS Ramadhan Fest 2026, Upaya Jakpro Menghidupkan Stadion sebagai Ruang Publik Inklusif

Jakpro
Ilustrasi pengunjung JIS Ramadhan Fest 2026. (Generated by AI)

TURISIAN.com — Ramadan menjadi panggung baru bagi PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro untuk menegaskan fungsi sosial Jakarta International Stadium (JIS).

Stadion yang selama ini identik dengan pertandingan sepak bola itu kini diarahkan menjadi ruang publik terbuka yang merangkul aktivitas keagamaan, budaya, hingga ekonomi masyarakat.

Melalui JIS Ramadhan Fest 2026, Jakpro menghadirkan rangkaian kegiatan Ramadan yang dirancang inklusif dan mudah diakses warga.

Sementara itu Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin, menyebut agenda tahunan ini sebagai upaya menghadirkan ruang kebersamaan.

Ruang yang memadukan ibadah, hiburan keluarga, serta pemberdayaan ekonomi lokal.

“Kegiatan ini dirancang sebagai ruang kebersamaan yang mengintegrasikan aktivitas keagamaan, pertunjukan budaya, hingga bazar sembako murah bagi masyarakat,” ujar Iwan di Jakarta, Jumat 27 Februari 2026.

Bagi Jakpro, festival ini bukan sekadar agenda seremonial Ramadan. Aktivasi kawasan stadion dipandang penting untuk menghidupkan ekosistem ekonomi di sekitar JIS.

Terutama melalui pelibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Simbol kemodernan

Nilai kebersamaan dan kebermanfaatan sosial menjadi benang merah penyelenggaraan kegiatan yang berlangsung di tengah simbol kemodernan infrastruktur ibu kota.

JIS Ramadhan Fest 2026 dijadwalkan berlangsung pada 28 Februari hingga 1 Maret di Concourse Timur stadion, dengan target kunjungan mencapai 20 ribu orang.

Seluruh kegiatan dapat diikuti masyarakat tanpa dipungut biaya.

Selain menghadirkan pengalaman beribadah yang lebih dekat dengan ruang publik modern, Jakpro juga menyiapkan program tebus sembako murah sebanyak 3.000 paket selama festival berlangsung.

Program ini merupakan bagian dari total distribusi 4.500 paket sembako sepanjang Ramadan. Dimana,  ditujukan untuk membantu menjaga daya beli warga di sekitar kawasan stadion.

Kegiatan Spiritual

Program tersebut sejalan dengan kebijakan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang menekankan penguatan konsumsi masyarakat di tengah tren pertumbuhan ekonomi yang menunjukkan perbaikan.

Rangkaian acara festival memadukan kegiatan spiritual dan rekreasi keluarga. Mulai dari talkshow dan tausiyah Ramadan, pembacaan Al-Qur’an bersama para hafidz, shalat tarawih berjamaah.

Kemudian buka puasa bersama, hingga bazar kuliner halal. Jakpro juga menggandeng Balai Pustaka untuk menghadirkan taman bacaan bagi pengunjung.

Sejumlah pendakwah nasional dijadwalkan mengisi kajian Ramadan, di antaranya Khalid Basalamah, Abdul Somad, Das’ad Latif, serta Solmed.

Kehadiran mereka diharapkan memberi warna spiritual sekaligus memperluas jangkauan dakwah yang moderat dan inklusif di ruang publik perkotaan.

Bagi Jakpro, festival Ramadan ini menjadi cara lain memaknai stadion. Bukan hanya arena olahraga, melainkan simpul aktivitas sosial yang hidup berdampingan dengan dinamika kota.

JIS, kata Iwan, diarahkan menjadi ikon Jakarta yang modern, terbuka, dan berkelanjutan. Sebuah ruang bersama di tengah kota global yang terus bertumbuh. ***

 

Pos terkait