Wisatawan Bersuka-cita di Desa Shangbugao, Menikmati Hamparan Bunga Rapeseed

Desa Shangbugao
Pengunjung melintasi hamparan bunga rapeseed di Desa Shangbugao, Kabupaten Maguan,Provinsi Yunnan, China, Minggu 22 Februari 2026. (Foto: Xinhua/Xiong Pingxiang)

TURISIAN.com – Hamparan kuning keemasan membentang sejauh mata memandang di Desa Shangbugao, Kabupaten Maguan.

Tepatnya di  Prefektur Otonomi Wenshan Zhuang dan Miao, Provinsi Yunnan, China, Minggu, 22 Februari 2026.

Ladang bunga rapeseed yang mulai bermekaran kembali menghadirkan pemandangan musim semi yang ditunggu-tunggu wisatawan. Sekaligus menandai pergantian musim yang membawa harapan baru bagi masyarakat setempat.

Sejak pagi, udara pegunungan yang sejuk dipenuhi langkah para pelancong yang datang dari berbagai daerah.

Mereka berjalan menyusuri pematang sawah, sebagian berhenti untuk mengabadikan momen di tengah lautan bunga berwarna kuning cerah yang bergoyang lembut diterpa angin.

Tawa dan percakapan riang terdengar bersahut-sahutan, menciptakan suasana hangat di antara lanskap alam yang menenangkan.

Bagi banyak wisatawan, musim mekarnya bunga rapeseed bukan sekadar fenomena alam, melainkan pengalaman emosional.

Setelah melewati musim dingin yang panjang, kemunculan bunga-bunga ini dianggap sebagai simbol kebangkitan dan awal yang baru.

Tak sedikit pengunjung yang datang bersama keluarga, mengenakan pakaian berwarna cerah agar selaras dengan panorama musim semi yang memesona.

Seorang wisatawan asal Kunming mengaku sengaja menempuh perjalanan berjam-jam demi menyaksikan langsung hamparan bunga tersebut.

Baginya, Shangbugao menawarkan ketenangan yang sulit ditemukan di kota besar.

“Rasanya seperti masuk ke dalam lukisan,” ujarnya sambil mengambil foto berlatar perbukitan hijau dan ladang kuning yang berlapis-lapis.

Keindahan ladang rapeseed di Shangbugao memang telah lama menjadi daya tarik wisata musiman di wilayah Wenshan.

Setiap akhir musim dingin hingga awal musim semi, desa ini berubah menjadi destinasi fotografi alam yang ramai dikunjungi.

Wisata Pedesaan

Dua wanita muda ini tampak memetik Bunga Rapeseed. (Foto:Xinhua/Xiong Pingxiang)

Pemerintah lokal pun memanfaatkan momentum tersebut untuk mengembangkan wisata pedesaan berbasis pertanian. Yakni, dengan menyediakan jalur pejalan kaki, titik pandang panorama, hingga area istirahat bagi pengunjung.

Di sela keramaian, para petani tetap menjalankan aktivitas mereka. Bunga rapeseed yang bermekaran bukan hanya menghadirkan keindahan visual. Tetapi juga memiliki nilai ekonomi karena akan dipanen menjadi bahan minyak nabati.

Harmoni antara aktivitas pertanian dan pariwisata inilah yang menjadikan Shangbugao memiliki daya tarik unik.

Menjelang sore, cahaya matahari perlahan berubah keemasan, mempertegas warna bunga yang semakin berkilau.

Wisatawan tampak enggan beranjak, menikmati detik-detik terakhir sebelum senja menutup hari.

Kamera terus berklik, seolah tak ingin melewatkan satu pun sudut keindahan musim semi yang singkat namun berkesan.

Bagi Desa Shangbugao, mekarnya ladang rapeseed bukan sekadar siklus alam tahunan. Ia menjadi perayaan kehidupan.

Tentang alam yang kembali bernapas, masyarakat yang menyambut rezeki, dan wisatawan yang pulang membawa kenangan hangat dari awal musim semi di Yunnan. ***

Pos terkait