Bali Masih Menjadi Panggung Romantisme di Asia, 7 Tahun Berturut-turut Raih WTA

panggung romantisme
Salah satu Pura terindah di Bali. (Dok.Unsplash/ Sebastian Pena Lambarri)

TURISIAN.com – Bali kembali mengukuhkan dirinya sebagai panggung romantisme Asia. Untuk ketujuh tahun berturut-turut, Pulau Dewata ini terpilih sebagai Asia’s Most Romantic Destination 2025.

Penghargaan bergensing dalam ajang World Travel Awards (WTA) 2025. Sekaligus menegaskan daya tarik Bali yang tak hanya bertahan. Tetapi juga terus memikat di tengah persaingan destinasi kawasan Asia.

Pendiri World Travel Awards, Graham Cooke, menyebut para pemenang WTA sebagai representasi terbaik dari keunggulan industri pariwisata global.

“Mereka adalah standar tertinggi kualitas pariwisata yang terus mendorong peningkatan capaian di kawasan yang luar biasa ini,” ujar Cooke dalam siaran resmi, belum lama ini.

World Travel Awards sendiri bukan nama baru dalam industri ini. Didirikan pada 1993, WTA telah lama menjadi tolok ukur prestasi pariwisata dunia.

Setiap tahun, lembaga ini menggelar rangkaian gala regional untuk mengapresiasi capaian pelaku industri pariwisata. Mulai dari destinasi, hotel, hingga operator perjalanan di berbagai belahan dunia.

Dalam kategori destinasi paling romantis Asia 2025, Bali menempati posisi teratas, mengungguli Ko Samui di Thailand dan Siem Reap di Kamboja.

Lanskap alam, budaya yang hidup, serta infrastruktur pariwisata yang matang menjadikan Bali tetap relevan.

Paling tidak sebagai tujuan perjalanan pasangan, baik untuk bulan madu maupun liburan intim.

BACA JUGA: Hunian Hotel di Nusa Dua Bali Tumbuh Positif Pada 2025, ITDC Catat Pencapaian 76,93 Persen

Destinasi Pernikahan

Tak hanya itu, Bali juga kembali menyabet gelar Destinasi Pernikahan Terbaik di Asia 2025. Dalam kategori ini, Bali meninggalkan Cebu (Filipina), Koh Samui (Thailand), dan Langkawi (Malaysia).

Tahun sebelumnya, gelar tersebut diraih Cebu. Namun dalam rentang 2019 hingga 2023, Bali nyaris tak tergeser dari posisi puncak.

Sedangkan penilaian dalam World Travel Awards dilakukan melalui pemungutan suara para profesional industri pariwisata.

Mulai dari eksekutif senior, pembeli perjalanan, operator tur, hingga media dan masyarakat umum.

Sementara itu sistem yang digunakan adalah first past the post. Pemenang ditentukan semata oleh perolehan suara terbanyak dalam setiap kategori.

Konsistensi Bali dalam meraih penghargaan ini mencerminkan satu hal. Yakni,  panggung romantisme dalam konteks pariwisata, bukan sekadar soal panorama, tetapi juga tentang pengalaman yang terus dirawat dan ditingkatkan. ***

Pos terkait