TURISIAN.com – Identitas daerah bukan sekadar logo atau simbol visual. Di dalamnya tersimpan cerita, nilai budaya, dan kebanggaan masyarakat yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Jika dirancang melalui proses yang tepat dan melibatkan banyak pihak, identitas itu bukan hanya memperkuat karakter daerah, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi industri kreatif.
Gagasan tersebut mengemuka dalam Design Talks bertajuk Institutionalizing Integrity at Scale: Enforcing Professional Ethics Across Municipal Identity Projects di Astha District 8, Jakarta, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Diskusi yang menjadi bagian dari ADGI Design Week (ADW) 2026 itu menyoroti pentingnya kolaborasi dan etika profesional.
Khususnya dalam pengembangan identitas visual untuk kepentingan publik.
Sementara itu Ketua Asosiasi Desain Grafis Indonesia (ADGI) Chapter Makassar, Rahmat Zulfikar, mengatakan identitas daerah berperan dalam membangun keterikatan sosial. Sekaligus menumbuhkan kebanggaan masyarakat.
Identitas yang berakar pada kebudayaan, diterima bersama, dan digunakan secara luas berpotensi menjadi salah satu penggerak ekonomi kreatif.
Menyatukan Proses
Menurut Rahmat, tantangannya bukan semata-mata menciptakan desain yang menarik.
Identitas daerah juga harus mampu membangun citra kota, memperkuat pelayanan publik, serta menjaga kesinambungan nilai budaya di tengah perubahan zaman.
“Bagaimana lokalitas tetap tumbuh adalah dengan percaya pada proses desain yang baik. Identitas lahir dari kebudayaan.
Menurut saya, yang membawa kita menuju masa depan adalah bagaimana kita terus berkolaborasi dan menyatukan proses.
Sekaligus mengawal cara kerja desain agar melahirkan artefak budaya yang monumental dan berkelanjutan untuk masa mendatang,” ujar Rahmat.
Namun, kolaborasi tidak cukup hanya mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, desainer, dan masyarakat.
Prosesnya juga harus menjamin keadilan dan transparansi, termasuk dalam pemilihan desainer serta pelaksanaan proyek identitas daerah.
Memperkuat Kepercayaan
Untuk menjembatani kebutuhan tersebut, ADGI menghadirkan ADGI Hub.
Platform ini dirancang untuk menghubungkan pemerintah dan sektor swasta dengan desainer profesional melalui mekanisme seleksi.’
Atau sayembara yang transparan dan sesuai dengan kode etik industri.
Langkah itu diharapkan memperkuat kepercayaan antarpemangku kepentingan. Termasuk, menciptakan lingkungan kerja yang menghargai kompetensi, integritas, dan profesionalisme desainer.
Pentingnya membangun ekosistem desain juga disoroti Fajar Novario, pendiri Auman Design Bureau yang merancang logo Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.
Ia menilai kolaborasi dapat memperluas ruang tumbuh bagi talenta kreatif di daerah, sekaligus memperkuat industri desain komunikasi visual.
“Pada akhirnya, itu salah satu upaya saya dan teman-teman untuk memperkuat ekosistem yang ada di Padang. Dan meningkatkan ekosistem industri kreatif di sana, terutama di bidang desain komunikasi visual,” ujar Fajar.
Potensi Desain
Sedangkan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, turut menyoroti peran desain dalam mendorong pertumbuhan usaha.
Ia menjelaskan bahwa identitas visual Kementerian Ekonomi Kreatif mencerminkan semangat kolaborasi di antara berbagai subsektor industri kreatif.
Dalam pemaparannya, Irene menyampaikan sejumlah angka yang menggambarkan potensi desain bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Data yang dipaparkan mencakup peningkatan sebesar 28 persen pada sektor usaha, kemampuan penyesuaian harga sebesar 63 persen.
Serta peningkatan jumlah pelanggan pada 83 persen UMKM, dengan tambahan sekitar 43 hingga 60 pelanggan baru.
Selain itu, sebanyak 63 persen UMKM dilaporkan mengalami peningkatan kredibilitas citra merek, sedangkan 95 persen menunjukkan peningkatan dari sisi konsumen.
Angka-angka tersebut menegaskan potensi desain sebagai instrumen untuk memperkuat daya saing usaha. Meski konteks dan metode pengukuran data tersebut masih perlu diperjelas.
Irene mengibaratkan identitas visual Kementerian Ekonomi Kreatif sebagai alam semesta dengan planet-planet kecil yang mengelilingi porosnya.
Mendorong Pertumbuhan
Setiap planet merepresentasikan subsektor ekonomi kreatif yang memiliki karakter dan potensi masing-masing.
“Kami sengaja tidak membatasi jumlahnya karena kami memahami betapa besarnya potensi ekonomi kreatif di dunia,” tandasnya.
“Data tersebut menunjukkan bahwa desain berpotensi menjadi investasi strategis bagi pelaku usaha dan penguatan identitas. Good design is good business, desain memiliki efek berganda (multiplier effect) yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang nyata,” sambung Irene.
Diskusi tersebut menegaskan bahwa desain memiliki peran yang melampaui urusan estetika.
Identitas visual yang dibangun melalui proses profesional, berakar pada budaya, dan didukung kolaborasi dapat menjadi modal sosial sekaligus ekonomi.
Tantangannya adalah memastikan proses tersebut berlangsung secara transparan, berintegritas, dan memberi ruang bagi tumbuhnya talenta kreatif di berbagai daerah. ***





