TURISIAN.com – Ada yang berbeda di peron dan gerbong MRT Jakarta pada Selasa, 24 Maret 2026. Operatornya, PT MRT Jakarta (Perseroda), memangkas tarif perjalanan menjadi hanya Rp243. Angka simbolik untuk menandai Hari MRT 2026.
Potongan tarif ini tak berlaku untuk semua cara bayar. Perusahaan mensyaratkan transaksi melalui aplikasi MyMRTJ atau mitra tertentu seperti Kredivo, blu by BCA Digital, dan GoPay.
Satu pengguna, satu kali kesempatan, begitu ketentuannya.
Sementara itu Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta, Rendy Primartantyo, menyebut momentum ini sebagai pengingat perjalanan layanan yang mulai beroperasi sejak 2019.
Pada enam tahun berselang, MRT bukan sekadar moda transportasi, melainkan simpul mobilitas baru di kota yang terus bergerak.
Peringatan tahun ini tak berhenti pada tarif murah. Sejumlah program disiapkan sepanjang 24 Maret hingga 24 April 2026. Tujuannya, sebagai upaya mendekatkan layanan kepada publik.
Sedangkan puncaknya, sebuah festival terbuka akan digelar pada 24–25 April 2026. Ajang temu antara operator dan penumpang yang selama ini berbagi ruang dalam rutinitas harian.
Semua itu dirangkum dalam kampanye “Melaju Menyatukan Masa Depan Kota”, sebuah frasa yang terdengar ambisius.
Tapi mencerminkan arah yang hendak dituju: menghubungkan ruang, manusia, dan masa depan perkotaan.
Sementara di tengah euforia perayaan, MRT Jakarta tetap mengingatkan hal mendasar: disiplin dan ketertiban.
Sebab, di balik tarif murah dan festival, transportasi publik tetap bertumpu pada kesadaran bersama para penggunanya. ***





