TURISIAN.com – Pengurus Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) melakukan audiensi dengan Jampidum Kejagung Prof.Dr Asep Nana Mulyana.
Pertemuan ini dihadiri Ketua Umum PSMTI Wilianto Tanta bersama sejumlah pengurus organisasi, termasuk Henry Husada.
Audiensi tersebut menjadi ruang dialog antara elemen masyarakat dan institusi penegak hukum. Tujuannya, untuk memperkuat kerja sama dalam menjaga stabilitas sosial dan kehidupan kebangsaan yang harmonis.
Henry Husada mengatakan, pertemuan itu bukan sekadar ajang silaturahmi. Melainkan bagian dari upaya membangun komunikasi yang konstruktif antara masyarakat dan aparat penegak hukum.
“Ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan wujud komitmen untuk memperkuat kolaborasi. Menjaga stabilitas sosial, serta merawat harmoni dalam keberagaman bangsa,” kata Henry usai pertemuan.
Dalam kesempatan tersebut, berbagai isu strategis turut dibahas. Dialog berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Menurut Henry, tradisi pertemuan semacam ini penting untuk terus dijaga sebagai ruang bertukar gagasan dan masukan bagi pembangunan Indonesia.
Sebelum audiensi itu berlangsung, Jampidum Asep Nana Mulyana juga sempat mengunjungi Kampung Setia Ratu di wilayah Cibeureum, Kota Tasikmalaya.

Sementara itu dalam kegiatan ini digelar bakti sosial berupa pembagian sembako gratis bagi warga setempat.
Kegiatan sosial tersebyt merupakan hasil kolaborasi antara pihak kejaksaan dan PSMTI wilayah Jawa Barat.
Asep mengungkapkan, ke depan kerja sama sosial semacam ini tidak akan berhenti pada kegiatan pembagian sembako.
Ia merencanakan sejumlah program pemberdayaan masyarakat. Antara lain penyelenggaraan umrah gratis, program bedah rumah.
Hingga penyediaan fasilitas kesehatan berupa ambulans desa yang dapat dioperasikan langsung oleh masyarakat.
Sedangkan program-program tersebut diharapkan dapat memperluas manfaat kolaborasi. Yakni, antara lembaga penegak hukum dan organisasi kemasyarakatan dalam meningkatkan kesejahteraan warga. ***





