TURISIAN.com – Deretan stan Dekranasda Jawa Barat di Jakarta International Convention Center, Senayan, nyaris tak pernah lengang.
Terutama sepanjang berlangsungnya The 26th Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2026, 4–8 Februari lalu.
Produk mode dan kriya premium asal Tanah Pasundan itu ludes diserbu pembeli, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.
Ketua Dekranasda Jawa Barat Noneng Komara Nengsih menyebut capaian penjualan tahun ini melampaui ekspektasi.
Hingga hari terakhir pameran, satu stan utama Dekranasda Jabar bersama 10 perwakilan kabupaten/kota membukukan transaksi kumulatif lebih dari Rp450 juta.
Aksesori etnik, sepatu kulit buatan perajin, batik tulis, kebaya modern, hingga luaran menjadi komoditas yang paling banyak dicari.
Lalu lintas pengunjung di area Jawa Barat padat sejak pagi. Rata-rata lebih dari 300 orang per hari singgah, menawar, dan berdialog langsung dengan para perajin.
Antusiasme itu mencerminkan ketertarikan pasar pada produk yang tak hanya mengedepankan kualitas, tetapi juga membawa narasi budaya.
Inacraft 2026 membidik pembeli internasional dari sedikitnya 12 negara—mulai Singapura, Jepang, Malaysia, Australia, hingga Amerika Serikat.
Bagi Dekranasda Jawa Barat, pameran ini tak sekadar etalase penjualan, melainkan pintu masuk memperluas jejaring pasar global.
Sejalan dengan tema Inacraft 2026, Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft, Jawa Barat mengirimkan 24 UMKM terkurasi. Delapan belas di antaranya dikelola perempuan.
“Kami ingin pengrajin berani berinovasi, memperkuat jejaring, tanpa tercerabut dari akar budaya lokal,” kata Noneng.
Pameran yang dibuka Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dan dihadiri Ketua Umum Dekranas Selvi Gibran Rakabuming Raka itu diharapkan menjadi batu loncatan UMKM menembus pasar ekspor.
Di sela transaksi kerajinan, area kuliner “Talam” turut meramaikan suasana, menghadirkan rasa-rasa Nusantara yang membuat pengalaman pengunjung terasa lebih utuh—dan lebih manusiawi. ***





