TURISIAN.com – Wisata malam Kuala Lumpur kian berkilau menjelang peluncuran kampanye Visit Malaysia 2026. Pemerintah Malaysia menyalakan denyut baru kota selepas senja.
Lewat inisiatif pencahayaan bertajuk I LITE U, yang mulai diterapkan di kawasan Pavilion Kuala Lumpur dan Bukit Bintang, maka dua episentrum keramaian ibu kota akan di sulap menjadi surga cahaya.
Lampu-lampu artistik itu bukan sekadar ornamen visual.
Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim menegaskan, pengembangan wisata malam menyentuh aspek yang lebih mendasar.
Mulai dari rasa aman dan kenyamanan wisatawan. Estetika kota, kata Anwar, harus berjalan seiring dengan stabilitas sosial.
Menurut Anwar, keharmonisan antar-etnis di Malaysia menjadi modal penting agar wisatawan merasa betah menjelajah kota, termasuk pada malam hari.
“Kita harus berbangga dengan persatuan ini dan mempertahankannya,” ujarnya saat meresmikan proyek tersebut, seperti dikutip media internasional Focus Malaysia.
Proyek I LITE U menghadirkan tata cahaya ramah lingkungan yang dirancang untuk memperindah jalur pedestrian, ruang publik, serta kawasan belanja yang ramai dikunjungi wisatawan selepas matahari terbenam
Sementara itu Malay Mail melaporkan, pencahayaan baru ini sekaligus mempertegas wajah urban Kuala Lumpur sebagai kota yang hidup di malam hari.
Bukit Bintang
Pemerintah Malaysia berharap pencahayaan yang lebih terang dan estetik dapat mendorong wisatawan menikmati beragam aktivitas malam.
Mulai dari berjalan kaki menyusuri Bukit Bintang, mencicipi wisata kuliner, hingga berburu fotografi kota.
Pendekatan ini juga diarahkan untuk memperkuat citra Kuala Lumpur sebagai destinasi night tourism yang aman dan inklusif.
Media internasional The Star mencatat, proyek pencahayaan tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang Malaysia dalam menarik wisatawan global.
Selain mempercantik wajah kota, proyek ini diharapkan meningkatkan rasa aman bagi pejalan kaki. Termasuk wisatawan keluarga, menjelang perhelatan Visit Malaysia 2026.
Anwar kembali menekankan bahwa keberagaman etnis—Melayu, Tionghoa, India, hingga masyarakat Sabah dan Sarawak—adalah kekuatan utama pariwisata Malaysia.
Harmoni sosial, menurut dia, memberi ruang bagi wisatawan untuk menikmati denyut kehidupan kota tanpa rasa cemas, bahkan di malam hari.
Dengan hadirnya I LITE U, Kuala Lumpur kini menawarkan pengalaman wisata malam yang lebih hidup, terang, dan bersahabat.
Bagi pelancong yang gemar menjelajah kota selepas senja, ibu kota Malaysia kian mantap menegaskan diri.
Apalagi kalau bukan sebagai destinasi urban yang memikat di Asia Tenggara. ***





