Bandara Internasional Soetta Layani 35 Juta Penumpang Selama Libur Nataru

Bandara Internasional Soetta
Suasana penumpang saat melakukan boarding pass di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. (Foto: Dok.unsplash.com/Edwin Petrus)

TURISIAN.com – Bandara Internasional Soetta (Soekarno-Hatta) kembali menjadi simpul paling sibuk dalam peta pergerakan udara nasional.

Selama masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, bandara di Tangerang, Banten, itu melayani sekitar 3,5 juta penumpang. Aangka yang menempatkannya di posisi teratas sebagai bandara tersibuk di Indonesia.

Direktur Utama PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Mohammad R. Pahlevi menyebut lonjakan itu ditopang oleh intensitas penerbangan yang tinggi.

Sepanjang periode Natal dan Tahun Baru, Bandara Soekarno-Hatta melayani sekitar 23 ribu penerbangan.

“Dengan capaian tersebut, Soekarno-Hatta menjadi bandara dengan trafik penumpang tertinggi secara nasional,” kata Pahlevi, Selasa.

Di bawah Soekarno-Hatta, Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, menyusul sebagai bandara tersibuk kedua dengan melayani sekitar 1,4 juta penumpang melalui 9 ribu penerbangan.

Lalu Bandara Juanda Surabaya yang mencatat 863 ribu penumpang dengan 6 ribu penerbangan.

InJourney Airports

Bandara Sultan Hasanuddin Makassar melayani sekitar 603 ribu penumpang, sementara Bandara Kualanamu, Deli Serdang, menutup lima besar dengan 486 ribu penumpang.

Secara keseluruhan, 37 bandara yang dikelola InJourney Airports melayani sekitar 10,20 juta penumpang selama periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026.

Angka ini nyaris tak berbeda dengan capaian periode yang sama tahun sebelumnya, yang berada di kisaran 10,24 juta penumpang. Menandakan stabilitas permintaan perjalanan udara di tengah libur akhir tahun.

Lonjakan pergerakan penumpang paling terasa menjelang hari-hari besar. Arus keberangkatan tertinggi terjadi pada 24 Desember 2025 dengan 543 ribu penumpang. Disusul 28 Desember 2025 sebanyak 531 ribu penumpang.

Sementara itu, arus balik memuncak pada 4 Januari 2026, ketika hampir 560 ribu penumpang memadati bandara-bandara di bawah pengelolaan InJourney.

Tak hanya penumpang, pergerakan pesawat juga meningkat signifikan.

Sepanjang masa Nataru 2025/2026 tercatat sekitar 76 ribu penerbangan, termasuk sekitar dua ribu penerbangan tambahan.

Tingkat utilisasi slot time—indikator kepadatan jadwal keberangkatan dan kedatangan—secara kumulatif hampir menyentuh 90 persen.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode Nataru 2024/2025 yang berada di kisaran 84 persen.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama InJourney Airports Achmad Syahir mengatakan, tingginya trafik tersebut diimbangi dengan berbagai inisiatif peningkatan pengalaman penumpang.

Mulai dari desain tematik Natal dan Tahun Baru hingga berbagai aktivitas on ground activation di terminal penumpang.

“Inovasi yang kami hadirkan pada Nataru kali ini antara lain Customer Service Mobile dan Posko Terpadu Melayani Sepenuh Hati,” ujar Achmad.

Menurut dia, dua pendekatan ini menjadi kunci untuk menjaga standar pelayanan tetap terjaga di tengah tekanan musim puncak perjalanan akhir tahun. ***

Pos terkait