Basement Lawang Sewu Dibuka Kembali, Napak Tilas Sejarah di Jantung Kota Semarang

Basement Lawang Sewu
Area Wisata Heritage Lawang Sewu atau yang dikenal dengan nama Kelderverkenning akhirnya kembali dibuka untuk umum. (Instagram/@wisata.lawangsewu)

TURISIAN.com – Setelah satu dekade tertutup bagi publik, area basement Lawang Sewu atau yang dikenal dengan nama Kelderverkenning akhirnya kembali dibuka untuk umum.

Momentum ini resmi dimulai pada 3 Desember 2024, bertepatan dengan musim libur Natal dan Tahun Baru.

Pembukaan ini menjadi langkah strategis PT KAI Wisata untuk memperkenalkan kembali salah satu ikon sejarah Kota Semarang yang sarat cerita.

Dengan tarif tiket sebesar Rp 25.000 selama periode liburan, pengunjung diajak menyelami sisi gelap Lawang Sewu yang dahulu menjadi saksi bisu perjalanan zaman.

Direktur Utama PT KAI Wisata, Hendy Helmy, menekankan bahwa keputusan ini bukan hanya untuk menarik wisatawan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pelestarian sejarah.

“Lawang Sewu bukan sekadar simbol Kota Semarang. Ini adalah warisan budaya yang harus terus dijaga. Dengan pembaruan fasilitas dan panduan sesuai standar, kami memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung,” ujarnya dalam rilis resminya, Minggu 15 Desember 2024.

Hendy juga berharap pembukaan kembali area basement ini mampu mempererat hubungan masyarakat dengan akar sejarah bangsa.

“Kami ingin mengajak masyarakat lebih menghargai dan melestarikan kekayaan sejarah yang kita miliki. Lawang Sewu adalah destinasi wisata yang menawarkan pengalaman unik dan tak terlupakan,” tambahnya.

BACA JUGA: PT KAI Hadirkan Direct Train untuk Libur Nataru 2024/2025

Kolonial Belanda

Lawang Sewu, yang dibangun pada awal abad ke-20 oleh pemerintah kolonial Belanda, telah lama menjadi daya tarik berkat keindahan arsitekturnya yang megah sekaligus misterius.

Kini, dengan pembaruan fasilitas dan prosedur keamanan, wisatawan dapat menelusuri area basement yang dahulu kerap dikaitkan dengan cerita-cerita mistis.

PT KAI Wisata juga mengimbau pengunjung untuk menjaga kebersihan dan mematuhi arahan pemandu selama kunjungan.

Hal ini bertujuan agar pengalaman wisata tetap nyaman dan aman bagi semua pihak.

Pembukaan kembali ini diharapkan tidak hanya menjadi magnet bagi wisatawan lokal dan mancanegara.

Tetapi juga menegaskan posisi Lawang Sewu sebagai destinasi wisata sejarah unggulan di Indonesia.

“Mari jadikan momen ini kesempatan untuk menyaksikan langsung kekayaan sejarah dan keindahan arsitektur Lawang Sewu secara utuh,” tutup Hendy.

Lawang Sewu kini menanti kunjungan Anda, membawa cerita lama dalam kemasan baru yang tak kalah memukau. ***

Pos terkait