Mencicipi Kelezatan Ayam Goreng Santa Maria, Kuliner Viral dari Cirebon

Ayam Goreng Santa Maria
Satu porsi Ayam Goreng Santa Maria khas Cirebon lengkap dengan taburan serundeng dan aneka sate/ Instagram.com.( @jajanbarengan)

TURISIAN.com – Ayam Goreng Santa Maria adalah salah satu kuliner yang kini tengah hits di Kota Cirebon.

Meskipun dijajakan ala kaki lima di pinggri jalan, namun kelezatan Ayam Goreng Santa Maria layak untuk disebut sebagai salah satu makanan favorit warga Cirebon.

Nama Ayam Goreng Santa Maria yang terletak di Jalan Panjunan, Cirebon, Jawa Barat ini bahkan mampu menyedot para wisatawan dari luar kota untuk datang mencicipinya secara langsung.

Seperti dikutip TURISIAN.com- dari kanal Youtube @Nex Carlos pada Senin, 11 April 2022, unggahan video Ayam Goreng Santa Maria bahkan sudah ditonton lebih dari 13 juta kali.

Selain karena rasanya yang lezat, hal unik lainnya dari ayam goreng yang satu ini adalah tempramen dari penjualnya, yakni Ari Riyadi yang terkenal galak.

Namun, tentu saja itu hanyalah sekedar guyonan kepada para pelanggan setianya, dan hal tersebut memang sudah menjadi ciri khas dari si penjual.

1. Lokasi Strategis

Berlokasi tepat di depan Sekolah Santa Maria membuat Ari Riyadi menamakan olahan ayam gorengnya dengan nama serupa, yakni Ayam Goreng Santa Maria.

Sebenarnya, usaha ayam goreng tersebut pertama kali dirintis oleh orang tuanya di tahun 1989, baru kemudian di tahun 1996 diteruskan oleh dirinya dan sang kakak di depan SMP Santa Maria.

2. Tempat Makan Sederhana namun Banyak Penggemarnya

Dirinya menjajakan ayam goreng tersebut di atas gerobak dorong, dan setiap porsinya bisa dibungkus untuk dibawa pulang maupun makan di tempat seadanya, yakni di trotoar jalan di dekat gerobak tempatnya berjualan.

Kendati dijajakan layaknya pedagang kaki lima, sobat Turisian harus bersabar untuk mengantri karena biasanya usaha ayam goreng miliknya selalu dipadati oleh pengunjung yang juga memiliki rasa penasaran akan kelezatan dari Ayam Goreng Santa Maria.

3. Ragam Olahan Sate Jadi Primadona

Ari mulai melayani pembeli yang sudah mengantre pada pukul 8.00 pagi hingga 4.00 sore, namun biasanya dirinya menyiapkan semua bahan di  malam sebelumnya setiap pukul 7.00 malam.

Diakui olehnya, bahwa Ayam Goreng Santa Maria merupakan salah satu kuliner khas Cirebon, terdiri dari ayam bagian paha, dada, sate ati, ampela serta sate usus dan juga kulit ayam yang menjadi primadona di kalangan para pelanggan setianya.

Tanpa ragu, Ari mengungkapkan bahwa rahasia kelezatan dari ayam goreng buatannya terletak pada bumbu kental serta serundeng kelapa yang dibuat sendiri.

Dalam satu hari, dirinya bisa menjual setidaknya 50 – 60 kg daging ayam, belum termasuk ragam jenis sate seperti sate kulit yang laku terjual sebanyak 30 kg per harinya.

4. Satu-satunya di Cirebon

Setiap usaha pasti ada yang namanya persaingan, hal demikian juga turut dirasakan oleh Ari.

Banyak pedagang lain yang menjual ayam goreng dengan mengatas namakan Ayam Goreng Santa Maria.

Mengetahui hal tersebut, dirinya menegaskan bahwa ia tidak membuka cabang lain selain di depan SMP Santa Maria, hal tersebut bahkan ditulis di kaca gerobak dorong miliknya.

Dengan demikian, baik para pelanggan setia maupun wisatawan yang ingin mencicipi cita rasa sesungguhnya dari ayam goreng buatannya harus datang langsung ke lokasi tersebut.

5. Harga Bersahabat Rasa Super Nikmat

Untuk satu porsi ayam goreng dengan serundeng gurih dan sambal, sobat Turisian hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 8.000 saja.

Dan jika ingin ditambah dengan aneka sate seperti sate ati, ampela, usus maupun sate kulit, cukup menambah Rp 2.000 per tusuknya.

Pantas saja tempat ini sangat digemari para petualanga rasa, karena berani menyuguhkan rasa yang super nikmat dengan harga bersahabat.

Pastikan Ayam Goreng Santa Maria menjadi salah satu tempat yang akan kalian kunjungi ketika berwisata ke Kota Cirebon ya.

***

Pos terkait