Henry Husada Dorong Generasi Muda Jadikan Batik Gaya Hidup

Generasi Muda
Suasana panggung malam Grand Final Duta Batik Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) 2026 yang berlangsung di Gedung Lokantara Budaya RRI Bandung, Jumat 23 Oktober 2026. (Foto: Ist)

TURISIAN.com – Pelestarian batik menghadapi pekerjaan rumah yang tak sederhana. Yakni,  memastikan generasi muda tak sekadar mengenal warisan budaya itu. Tetapi juga menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari.

Grand Final Duta Batik Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) 2026 menjadi salah satu upaya untuk menjawab tantangan tersebut.

CEO Kagum Group Henry Husada mendukung penyelenggaraan ajang itu.

Menurut dia, regenerasi menjadi faktor penting agar batik tak terjebak sebagai busana yang hanya dikenakan dalam acara resmi.

Anak muda perlu merasa dekat dengan batik, baik sebagai identitas budaya maupun pilihan berpakaian sehari-hari.

“Batik harus dilestarikan. Saya sangat mendukung karena ini khusus buat anak-anak muda. Harus ada regenerasi, agar batik tidak hanya dipakai untuk bergaya ke undangan, tetapi menjadi bagian dari keseharian,” ujar Henry saat menghadiri Grand Final Duta Batik YBJB 2026 di Gedung Lokantara Budaya RRI Bandung, Jumat, 23 Oktober 2026.

Sementara itu Ketua YBJB Sendy Dede Yusuf mengatakan pemilihan Duta Batik tahun ini berlangsung lancar dan meriah. Dewan juri menetapkan para pemenang berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Wakil Cirebon

Gelar Duta Batik YBJB 2026 kategori putra diraih perwakilan Kabupaten Cirebon.

Sedangkan kategori putri dimenangi peserta dari Kota Bandung. Posisi runner-up putra juga ditempati wakil Cirebon, sementara runner-up putri berasal dari Kabupaten Sumedang.

“Alhamdulillah grand final pemilihan Duta Batik YBJB 2026 dapat berjalan dengan lancar, meriah, dan sukses,” kata Sendy.

Henry Husada, tokoh pariwisata yang juga CEO Kagum Group. (Foto: Ist)

“Kita bersyukur, tidak ada kendala dan para dewan juri telah bersepakat menentukan pemenang tanpa komplain karena semua sudah ada aturannya,” sambungnya.

Keterpilihan wakil Cirebon, menurut Sendy, sejalan dengan posisi daerah itu sebagai salah satu sentra batik di Jawa Barat.

Namun, tugas para duta terpilih tidak berhenti pada pengenalan motif atau promosi busana.

Memberikan Edukasi

Mereka diharapkan menjadi mitra strategis YBJB dalam mengembangkan industri batik daerah sekaligus memperbaiki kesejahteraan perajin.

“Mudah-mudahan mereka semua nanti bisa bertugas membantu YBJB sebagai mitra strategis kita untuk mengembangkan batik Jawa Barat. Termasuk,  menyejahterakan para perajinnya, serta memberikan edukasi kepada generasi muda,” tuturnya.

Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan gelar duta menjadi kerja nyata. Batik perlu hadir di ruang-ruang keseharian anak muda.

Sementara perajin harus memperoleh manfaat ekonomi dari meningkatnya minat terhadap produk mereka.

Dengan begitu, pelestarian batik tak berhenti sebagai seremoni tahunan. Tetapi menjadi upaya menjaga tradisi sekaligus menghidupkan industri yang menopangnya. ***

Pos terkait