Praya Masuk Daftar Destinasi Wisata Tren 2027, Bali Punya Pesaing?

Destinasi Wisata
Anak-anak bermain pasir di pantai saat senja. Praya di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) kini masuk dalam 10 Destinasi Dunia yang akan menjadi tren kunjungan pada 2027 mendatang. (Dok.Pixabay.com)

TURISIAN.com – Praya, Nusa Tenggara Barat, masuk dalam daftar 10 destinasi wisata yang diprediksi menjadi tren pada 2027 versi Skyscanner.

Destinasi di Lombok Tengah itu menempati peringkat kedelapan dengan kenaikan pencarian tahunan sebesar 69 persen.

Peningkatan tersebut mencerminkan tumbuhnya minat wisatawan terhadap destinasi alternatif di luar kawasan wisata yang sudah populer.

Praya menjadi salah satu pilihan bagi pelancong yang mencari suasana pulau dengan pantai, ombak untuk berselancar, dan lingkungan yang relatif lebih tenang.

Dalam laporan tren perjalanan 2027 yang dikutip Travel and Leisure Asia pada Minggu, 11 Oktober 2026, Skyscanner mengungkapkan perubahan kecenderungan wisatawan dalam menentukan tujuan liburan.

Perjalanan kini tak semata-mata soal mengunjungi tempat terkenal, tetapi juga mencari pengalaman yang sesuai dengan minat dan gaya hidup.

Berburu Produk Eksklusif

Laporan tersebut disusun berdasarkan wawasan dari 28.000 wisatawan sehingga memunculkan 10 destinasi wisata yang menarik dikunjungi.

Sejumlah kecenderungan yang mengemuka antara lain liburan untuk menjauh dari perangkat digital, perjalanan berbasis musik.

Termasuk, berburu produk eksklusif, serta wisata yang terinspirasi cerita dan sejarah.

Sementaa itu tren gym-cation atau liburan yang dipadukan dengan aktivitas kebugaran juga mendapat perhatian.

Wisatawan ingin tetap menjaga rutinitas olahraga dan kesehatan selama bepergian.

Pertimbangan biaya turut menentukan pilihan destinasi.

Data Skyscanner menunjukkan 69 persen responden selalu atau sering memperhitungkan kekuatan mata uang di negara tujuan ketika memesan liburan.

Sedangkan 67 persen responden mengaku pernah mengubah tujuan perjalanan setelah menemukan destinasi lain yang menawarkan nilai lebih baik.

Bishkek Memimpin Daftar

Bishkek, ibu kota Kirgistan, menduduki peringkat pertama dalam daftar Skyscanner dengan lonjakan pencarian mencapai 877 persen.

Kota di Asia Tengah itu menjadi pintu masuk menuju kawasan pegunungan, jalur wisata berkuda, dan danau-danau di dataran tinggi.

Marseille di Prancis menempati posisi kedua dengan kenaikan pencarian 98 persen.

Sementara kota pesisir Mediterania ini menawarkan kekayaan kuliner dan suasana perkotaan yang berbeda dari tujuan wisata populer seperti Paris dan Nice.

Di posisi ketiga, Iloilo di Filipina mencatat pertumbuhan pencarian 96 persen.

Kota tersebut menarik perhatian melalui arsitektur bersejarah, perkembangan kuliner, dan kehidupan pesisir yang relatif santai.

Pulau Lord Howe di Australia berada di peringkat keempat dengan peningkatan 95 persen.

Keindahan alam yang terjaga dan pembatasan jumlah pengunjung menjadi bagian dari daya tarik pulau tersebut.

Kawasan Kota Tua

Da Nang di Vietnam menyusul di posisi kelima dengan kenaikan 81 persen.

Kota ini menawarkan pantai, kuliner, serta akses menuju Hoi An dengan pilihan perjalanan yang relatif terjangkau.

Adapun Tbilisi di Georgia menempati peringkat keenam dengan pertumbuhan pencarian 77 persen.

Kota ini dikenal melalui kawasan kota tua, tradisi kuliner, budaya anggur, dan kehidupan kreatifnya.

Hamburg di Jerman berada di posisi ketujuh dengan kenaikan 72 persen. Kota pelabuhan tersebut menawarkan perpaduan budaya, ruang kreatif, dan hiburan malam.

Setelah Praya di peringkat kedelapan, Shenzhen di Cina menempati posisi kesembilan dengan peningkatan pencarian 66 persen.

Kota yang dikenal sebagai pusat teknologi itu juga memiliki beragam pilihan kuliner dan belanja serta akses menuju Hong Kong.

Kopenhagen di Denmark melengkapi daftar di posisi kesepuluh dengan kenaikan 52 persen.

Kota ini menawarkan wisata kuliner, desain, budaya bersepeda, dan gaya hidup berkelanjutan.

Praya dan Daya Tarik Lombok

Masuknya Praya dalam daftar tersebut menjadi sinyal meningkatnya perhatian wisatawan terhadap Lombok.

Wilayah ini merupakan pintu gerbang menuju berbagai atraksi wisata di Nusa Tenggara Barat, termasuk kawasan Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah.

Pantai, ombak untuk berselancar, dan suasana yang relatif lebih santai menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Terutama bagi mereka yang ingin menikmati liburan pulau tanpa hiruk-pikuk destinasi yang telah berkembang pesat.

Mandalika, yang memiliki kawasan ekonomi khusus pariwisata, turut memperkuat posisi Lombok sebagai tujuan perjalanan.

Kawasan ini menawarkan wisata pantai sekaligus menjadi lokasi penyelenggaraan berbagai kegiatan olahraga dan acara internasional.

Meski demikian, kenaikan pencarian tidak serta-merta menunjukkan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan.

Data tersebut lebih menggambarkan bertambahnya perhatian calon pelancong terhadap suatu destinasi.

Tantangan berikutnya adalah mengubah minat itu menjadi kunjungan nyata.

Ketersediaan akses transportasi, akomodasi, fasilitas wisata. Serta kualitas pengalaman selama berlibur akan ikut menentukan kemampuan Praya dan kawasan sekitarnya dalam menangkap peluang tersebut. ***

Pos terkait