TURISIAN.com – Di sudut Jalan Naripan No.1A, Kota Bandung, aroma kaldu sapi menyeruak dari dapur Cuankie Pangeran. Menjelang siang, kursi-kursi mulai terisi.
Sebagian datang untuk makan cepat, sebagian lain sengaja meluangkan waktu menikmati semangkuk cuankie hangat yang sudah lama dikenal para pemburu kuliner Bandung.
Tempat makan ini mempertahankan resep turun-temurun yang menjadi andalan sejak lama.
Kuah kaldunya terasa pekat dengan cita rasa sapi yang kuat. Dalam satu mangkuk, tersaji bakso, tahu, siomai, dan pelengkap lain yang disiram kuah panas.
Sementara itu pilihan menunya dibuat dengan penamaan yang akrab di telinga anak muda.
Ada Cuankie Muda untuk porsi kecil, Cuankie Tampan berukuran sedang, hingga Cuankie Borju yang menjadi menu paling besar.
Variasi itu membuat pengunjung leluasa memilih sesuai selera dan porsi makan.
Namun Cuankie Pangeran tak hanya menjual cuankie. Di tempat ini tersedia pula sate ayam, sate kambing, hingga gulai kambing.
Aroma sate yang dibakar menghadirkan sensasi smoky, berpadu dengan kuah gulai yang gurih dan kental.
Kombinasi menu itu membuat banyak pelanggan datang kembali, bukan sekadar untuk semangkuk cuankie.
Bagian dalam restoran dibuat nyaman dengan konsep ruang yang cukup modern. Tersedia area smoking dan non-smoking, mushola, kursi bayi, hingga toilet.
Sedangkan penataan ruang yang rapi membuat tempat ini kerap menjadi lokasi berkumpul anak muda yang ingin makan sambil berfoto.
Jam operasionalnya pun panjang. Restoran buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 02.00 WIB.
Waktu buka yang nyaris tanpa jeda itu membuat Cuankie Pangeran ramai didatangi untuk makan siang. Termasuk, makan malam, hingga santap larut malam.
Begitu pun menjelang Ramadan, menu di restoran ini biasanya bertambah. Kolak dan aneka jajanan untuk berbuka puasa ikut disajikan.
Suasana hangat dengan menu yang beragam membuat tempat ini menjadi salah satu tujuan berbuka puasa bagi warga Bandung dan wisatawan yang mencari kuliner malam di pusat kota. ***





