TURISIAN.com – Gelombang mudik raksasa Lebaran 2026 diperkirakan akan mewarnai pergerakan manusia terbesar di Indonesia.
ementerian Perhubungan memproyeksikan sedikitnya 143,91 juta orang akan melakukan perjalanan selama periode Lebaran tahun ini. Atau setara 50,6 persen dari total populasi nasional.
Angka itu bukan sekadar statistik. Bagi pemerintah, ia adalah alarm sekaligus ujian koordinasi lintas sektor.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut besarnya mobilitas masyarakat tersebut sebagai perhatian utama pemerintah.
Persiapan, kata dia, tidak lagi bisa bersifat sektoral, melainkan harus melibatkan kerja bersama antarkementerian, pemerintah daerah, hingga operator transportasi.
“Oleh karena itu, sinergi dan koordinasi yang kuat antara Kementerian Perhubungan dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam memastikan layanan transportasi yang aman, selamat, tertib, dan lancar,” ujar Dudy dalam keterangannya, Jumat, 20 Februari 2026.
Hasil survei pemerintah menunjukkan pergerakan pemudik akan berlangsung masif, baik dari daerah asal maupun menuju kota-kota tujuan utama.
Jawa Timur
Sejumlah wilayah diprediksi kembali menjadi magnet tahunan arus mudik.
Provinsi Jawa Timur menjadi salah satu simpul penting pergerakan tersebut. Wilayah ini tercatat sebagai daerah asal terbesar ketiga dengan potensi 17,12 juta pemudik.
Pada saat yang sama, Jawa Timur juga menjadi tujuan favorit kedua secara nasional dengan estimasi kedatangan mencapai 27,29 juta orang.
Kota Surabaya bahkan masuk dalam daftar tujuan utama nasional. Sekitar 732 ribu orang diperkirakan bergerak menuju kota metropolitan itu selama musim Lebaran.
Menghadapi lonjakan tersebut, Kementerian Perhubungan menyiapkan strategi pelayanan terpadu antarmoda.
emerintah berupaya memperbesar kapasitas angkutan massal sekaligus mengatur distribusi penumpang agar perpindahan antar moda berlangsung mulus.
Targetnya jelas, mencegah penumpukan di simpul transportasi seperti terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara. Titik yang kerap menjadi sumber kepadatan saat musim mudik.
“Kemenhub memastikan ketersediaan dan kesiapan sarana serta prasarana transportasi pendukung Angkutan Lebaran 2026,” kata Dudy.
Dari sisi kapasitas, pemerintah menyiapkan sekitar 31 ribu unit bus dengan daya angkut 1,25 juta penumpang. Transportasi laut didukung 829 kapal dengan kapasitas 3,26 juta penumpang di 636 pelabuhan.
Moda Kereta Api
Moda kereta api akan dilayani 3.821 unit sarana di 668 stasiun. Sementara sektor penerbangan disiapkan melalui 392 pesawat yang beroperasi di 257 bandara.
Adapun angkutan penyeberangan menyiapkan 255 kapal dengan kapasitas mencapai 6,15 juta penumpang serta sekitar 770 ribu kendaraan di 15 lintasan utama.
Selain kapasitas, aspek keselamatan menjadi fokus lain pemerintah. Ramp check terhadap bus antarkota dalam provinsi (AKDP) dan bus pariwisata dilakukan sejak 2 Februari hingga 25 Maret 2026 untuk memastikan seluruh kendaraan memenuhi standar teknis dan laik jalan.
Pengawasan juga diperketat di titik rawan kemacetan dan kecelakaan. Posko pemantauan disiapkan guna memonitor kondisi lalu lintas secara real time sepanjang periode mudik dan arus balik.
Pemerintah berharap koordinasi yang solid mampu mengelola arus pergerakan besar tersebut secara lebih terukur.
“Kami meyakini, dengan koordinasi yang solid dan respons cepat, potensi pergerakan masyarakat yang besar dapat dikelola secara lebih terkendali,” ujar Dudy.
Ia berharap seluruh langkah antisipatif itu menghadirkan perjalanan mudik raksasa 2026 yang aman, nyaman, dan lancar bagi masyarakat. ***





