Kendaraan di Tol Layang MBZ Naik Tajam Menuju Jakarta Menjelang Imlek 2026

Tol Layang MBZ
Ilustrasi Jalan Tol Jakarta. (Dok.Unsplash/Fadhila Nurhakim

TURISIAN.com – Arus kendaraan menuju Jakarta di ruas Jalan Tol Layang MBZ atau Mohamed Bin Zayed menanjak tajam sehari menjelang Tahun Baru Imlek 2026.

PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) mencatat, pada Senin, 16 Februari 2026, atau H-1 Imlek, volume kendaraan yang mengarah ke Ibu Kota mencapai 39.297 unit.

Angka ini melonjak 66,07 persen dibandingkan lalu lintas normal harian yang berada di kisaran 23.663 kendaraan.

Lonjakan paling terasa terjadi pada periode siang dan malam hari. Pada siang hari, volume kendaraan naik 94,66 persen.

Sementara pada malam hari, peningkatannya bahkan menembus 121,23 persen dibandingkan kondisi normal.

“Pergerakan kendaraan menunjukkan peningkatan signifikan, khususnya pada arus menuju Jakarta,” ujar GM Operasi dan Pemeliharaan JJC, Desti Anggraeni, di Bekasi, Selasa 17 Februari 2026.

Kenaikan arus bukan hanya terjadi pada kendaraan yang kembali ke Jakarta. Dari arah sebaliknya, kendaraan yang meninggalkan Ibu Kota juga terpantau meningkat.

Tercatat 31.565 kendaraan melintas ke arah timur, naik 42,61 persen dari volume normal sebanyak 22.134 kendaraan.

tertinggi pada arah ini terjadi pada pagi hari, yakni 53,45 persen.

Secara keseluruhan, total kendaraan yang melintas di ruas layang tersebut pada H-1 Imlek mencapai 70.862 unit.

Jumlah itu meningkat 54,73 persen dibandingkan lalu lintas normal harian.

Angka-angka ini menandakan tingginya mobilitas masyarakat menjelang perayaan tahun baru masyarakat Tionghoa tersebut.

Manajemen JJC mengimbau pengguna jalan untuk tetap mengutamakan keselamatan. Pengemudi diminta memastikan kondisi tubuh dan kendaraan dalam keadaan prima.

Termasuk, menjaga kecukupan bahan bakar maupun daya listrik, serta mewaspadai perubahan cuaca.

Hujan, yang kerap turun pada Februari, dinilai dapat memengaruhi jarak pandang dan kondisi permukaan jalan.

Di tengah kepadatan yang meninggi, kehati-hatian menjadi kata kunci.

Perjalanan yang aman, bagi operator jalan tol, bukan semata soal kelancaran arus, melainkan juga soal disiplin dan kewaspadaan setiap pengendara. ***

Pos terkait