Henry Husada Sebut Kurasi Patrakomala Jadi Etalase Agar UMKM Bandung Naik Kelas

Proses kurasi produk UMKM Kota Bandung yang dipimpin langsung Ketua Harian II Dekranasda Kota Bandung, Heni Smith, di Galeri Patrakomala, Jalan Braga, Kamis 12 Februari 2026. (Foto: Turisian.com/Ist)

TURISIAN.com – Tokoh UMKM Henry Husada mengapresiasi langkah Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bandung yang secara konsisten menggelar kurasi produk UMKM di Galeri Patrakomala, Jalan Braga.

Menurut Henry, inisiatif tersebut layak menjadi contoh nasional tentang bagaimana pemerintah daerah dapat mendorong peningkatan mutu dan daya saing produk pelaku usaha kecil.

“Kegiatan ini tentu sangat bagus. Bisa mendorong UMKM Kota Bandung terus berkembang dan naik kelas,” ujar Henry—yang juga CEO Kagum Group—kepada Turisian.com, Kamis, 12 Februari 2026.

Ia menilai, kurasi yang terstruktur bukan sekadar memajang produk. Melainkan menjadi proses pembelajaran agar UMKM memahami standar kualitas, kemasan, hingga kebutuhan pasar.

Sementara itu, Ketua Harian II Dekranasda Kota Bandung, Heni Smith, menjelaskan Galeri Patrakomala diposisikan sebagai etalase khusus produk UMKM Kota Bandung.

Henry Husada, Pengusaha nasional dan tokoh UMKM. (Turisian.com/Dok)

600 UMKM

Pergantian produk dilakukan setiap tiga bulan, seiring panjangnya antrean pelaku usaha yang ingin menampilkan karyanya. Saat ini, sekitar 600 UMKM tercatat menunggu giliran.

“Patrakomala ini memang didedikasikan untuk para UMKM supaya naik kelas. Pergantian dilakukan setiap tiga bulan agar semua kebagian. Tapi tentu tidak sembarangan, hanya produk yang sudah lulus kurasi yang bisa ditampilkan,” kata Heni.

Dalam kurasi terbaru, Dekranasda menyeleksi 60 produk kategori kriya dan makanan.

Mulai dari batik, tumbler, produk karya penyandang disabilitas, hingga aneka pangan olahan.

Penilaian tidak semata pada tampilan visual, tetapi juga pada potensi pasar dan peluang penjualan.

“Kita pilih dan beri masukan supaya produknya tidak hanya cantik, tapi juga laku. Produk akan dipajang selama tiga bulan dan tetap kita bina agar bisa masuk ke pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Sejumlah produk tercatat cukup diminati pengunjung, antara lain batik kombinasi dengan harga terjangkau, busana etnik, serta ragam produk makanan.

Melalui mekanisme kurasi dan pembinaan berkelanjutan ini, Dekranasda Kota Bandung berharap Galeri Patrakomala tak hanya menjadi ruang pamer. Melainkan laboratorium peningkatan kualitas UMKM agar semakin kompetitif di pasar yang kian padat. ***

Pos terkait