TURISIAN.com – KLa Project menghidupkan kembali kenangan sekaligus menyelipkan kejutan dalam konser bertajuk “Lux Nova” di Balai Sarbini, Jakarta, Sabtu malam, 7 Februari 2026.
Perayaan 37 tahun perjalanan grup ini di industri musik Indonesia berlangsung hangat, intim, dan penuh koor penonton.
Konser dibuka dengan lagu “Tinggal Sehari”, “Datanglah Pesona”, dan “Menjemput Impian”.
Denting piano dan petikan gitar mengalir pelan, dipadu permainan cahaya serta kabut tipis yang membungkus panggung.
Sementara penonton menyambut dengan tepuk tangan panjang, sebagian larut bernyanyi sejak nomor-nomor awal dilantunkan.
Seiring pertunjukan bergulir, suasana kian cair. Pada paruh pertengahan konser, penonton mulai bangkit dari kursi, menyanyikan lirik demi lirik bersama Katon Bagaskara, Lilo, dan Adi Adrian.
Total 23 lagu dibawakan sepanjang malam, termasuk “Gerimis”, “Belahan Jiwa”, “Yogyakarta”, “Tentang Kita”, dan “Tak Bisa ke Lain Hati”.
Beberapa kali, suara penonton terdengar nyaris menenggelamkan vokal di atas panggung. Koor spontan itu menguat ketika KLa Project membawakan “Semoga”, “Meski Telah Jauh”, dan “Tak Usah Mengejar Cinta” menjelang penghujung konser. Balai Sarbini berubah seperti ruang paduan suara raksasa.
Sementara itu di sela pertunjukan, Katon Bagaskara turun mendekati barisan depan, membagikan bunga kepada sejumlah penonton.
Gestur sederhana itu disambut sorakan dan tepuk tangan.
“Biasanya kita cuma lima tahun sekali bikin show. Berarti yang hadir malam ini orang-orang istimewa,” ujar Katon dari atas panggung.
“Thank God you still love us,” sambungnya.
Sedangkan kejutan lain datang dari kehadiran Fransisca Insani Rahesti, atau Sisca, vokalis pendukung KLa Project sejak awal pembentukan grup pada 1988.
Suara perempuan yang selama ini akrab di telinga penikmat lagu-lagu seperti “Tentang Kita” dan “Rentang Asmara” kembali terdengar langsung di panggung.
“Ini kejutan dari kami,” kata Katon singkat.
Konser ditutup dengan “Tak Bisa ke Lain Hati” dan “Yogyakarta”. Penonton tetap berdiri, bernyanyi hingga nada terakhir usai, seolah enggan melepas malam yang penuh nostalgia itu berakhir. ***





