TURISIAN.com – Dukungan terhadap penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus mengalir di arena INACRAFT 2026.
Bapak UMKM, Henry Husada, menyatakan dukungannya terhadap ratusan produk kerajinan asal Jawa Barat yang dipamerkan dalam ajang pameran kerajinan tangan terbesar se-Asia Tenggara, INACRAFT 2026.
Keikutsertaan industri kreatif yang digeluti para pelaku UMKM ini dinilai mampu mendorong pertumbuhan usaha di sektor mikro dan menengah.
Sekaligus membuka peluang produk kerajinan lokal menembus pasar global.
Sementara itu, ratusan produk kerajinan dari Jawa Barat yang tampil di INACRAFT 2026 diharapkan dapat menjadi pemantik bagi pelaku UMKM lainnya.
Paling tidak untuk terus berinovasi menghasilkan produk yang diminati pasar dunia.
“Ini langkah sangat baik yang harus kita dukung penuh. Saya melihat Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini sangat concern terhadap pengembangan industri kerajinan yang dihasilkan para UMKM,” kata Henry saat dihubungi Turisian.com, Kamis 5 Februari 2026.
Sebagaimana diketahui, INACRAFT 2026 digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, mulai Rabu (4/2/2026) hingga Minggu (8/2/2026). Pameran ini menjadi magnet bagi pecinta kerajinan tangan, baik dari dalam maupun luar negeri.
Peran Perempuan
Tahun ini, INACRAFT mengusung tema “Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft” yang menonjolkan peran perempuan dalam industri kerajinan.
Pameran tersebut diikuti oleh 1.013 eksibitor dari berbagai daerah di Indonesia.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Barat kembali ambil bagian dalam perhelatan ini.

BACA JUGA: Empat Bandara InJourney Raih CSI 2025, Soekarno-Hatta Absen dari Daftar
Sedangkan Ketua Dekranasda Jawa Barat, Noneng Komara Nengsih, mengungkapkan bahwa Jawa Barat mengirimkan sekitar 125 produk kerajinan dari 10 kabupaten/kota.
“Jawa Barat mengirimkan sekitar 125 produk kerajinan. Ada 10 kabupaten/kota di Jawa Barat yang ikut pameran,” ujar Noneng di Kantor Dekranasda Jawa Barat, kemarin.
Menurut Noneng, para perajin dan pelaku UMKM yang terlibat merupakan peserta terpilih yang telah melalui proses seleksi dan kurasi, sehingga kualitas produk tetap terjaga.
Bahkan, sebagian di antaranya merupakan UMKM terbaik dan peraih penghargaan pada ajang serupa sebelumnya.
Hingga kini, Jawa Barat tercatat telah mengikuti INACRAFT sebanyak 21 kali.
“Dalam kondisi serba efisien ini kita masih bisa mempromosikan produk-produk kerajinan Jawa Barat. Artinya, dari Pak Gubernur masih ada perhatian. Ini juga merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga,” tambahnya.
Target Transaksi 1,5 Juta Dolar AS
Pada penyelenggaraan INACRAFT 2026, Dekranasda Jawa Barat menargetkan nilai transaksi mencapai 1,5 juta dolar AS. Baik melalui transaksi langsung di lokasi pameran maupun dalam bentuk kontrak dagang lanjutan.
“Bukan menjual pada saat itu saja, tapi lebih ke transaksi lanjutannya. Kita menargetkan sekitar 1,5 juta dolar AS. Tentu targetnya lebih besar dari tahun lalu,” kata Noneng.
Ia optimistis target tersebut dapat tercapai seiring tingginya animo pengunjung INACRAFT yang terus meningkat setiap tahun.
Harga produk kerajinan yang relatif terjangkau juga membuat pameran ini diminati berbagai kalangan masyarakat.
Selain pengunjung lokal, pembeli dari mancanegara pun kerap hadir dan menunjukkan ketertarikan terhadap produk kerajinan asal Jawa Barat.
“Acara tahunan ini sudah ditunggu-tunggu. Pengunjung dan pembeli dari luar negeri juga banyak yang datang dan tertarik dengan produk kerajinan dari Jawa Barat,” tuturnya.
Transformasi Digital
Dalam rangka mendorong transformasi digital UMKM, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat mengajak peserta INACRAFT. Termasuk, Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) untuk mengikuti Inacraft Digital Excellence Award.
Penghargaan ini diberikan kepada peserta yang dinilai berhasil mengintegrasikan teknologi digital dalam bisnis kerajinan.
Terdapat tiga kategori penghargaan, yakni Best Digital Branding, Best Digital Marketing Performance, dan Best Digital Innovation.
Penghargaan Best Digital Branding diberikan kepada peserta yang paling berhasil membangun citra dan identitas merek secara digital.
Sementara Best Digital Marketing Performance diberikan kepada peserta yang efektif memanfaatkan kanal digital untuk menjangkau audiens dan meningkatkan penjualan.
Adapun kategori Best Digital Innovation ditujukan bagi peserta yang mampu mengintegrasikan teknologi digital dalam proses bisnis, produksi, maupun presentasi produk. ***





