Henry Husada Bertemu Gubernur Lampung Rahmat Mirzani, Bahas Strategi Penguatan UMKM

Rahmat Mirzani
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani saat bertemu Henry Husada membahasa masalah UMKM. (Foto:Ist)

TURISIAN.com – Pertemuan Henry Husada dengan Gubernur Lampung periode 2025–2030 Rahmat Mirzani Djausal berlangsung di tengah agenda padat pemerintahan provinsi.

Namun pertemuan itu bukan sekadar temu kangen dua sahabat lama. Di ruang perbincangan tersebut, keduanya menautkan gagasan tentang masa depan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai penggerak ekonomi riil Lampung.

Henry menyebut diskusi itu mengalir ke berbagai arah. Dari penguatan ekosistem UMKM, perluasan akses pembiayaan, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia pelaku usaha.

Menurut dia, Rahmat Mirzani Djausal memberikan sejumlah “highlight” penting tentang peran UMKM dalam strategi pembangunan daerah.

“Pak Gubernur menekankan bahwa UMKM bukan sekadar objek program bantuan, tetapi subjek utama pembangunan ekonomi Lampung,” kata Henry, usai pertemuan tersebut.

“Pelaku UMKM harus dilibatkan sebagai mitra dalam mendorong pertumbuhan daerah,” sambungnya.

Dalam pandangan Henry, pendekatan yang disampaikan Gubernur Lampung menempatkan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi lokal.

Sektor yang tidak hanya menyerap tenaga kerja, tetapi juga menjaga daya tahan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Sementara itu pemerintah provinsi, kata dia, diarahkan untuk memperkuat peran fasilitator. Yakni, membuka akses pasar, mempertemukan pelaku UMKM dengan pembiayaan, serta mendorong transformasi digital.

Rahmat Mirzani Djausal, menurut Henry, juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor. Kerjasama antara pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, dan perguruan tinggi.

Hal ini untuk menciptakan ekosistem UMKM yang berkelanjutan. Tanpa kerja bersama, berbagai program pemberdayaan berisiko berhenti pada seremoni dan tidak menyentuh persoalan mendasar di lapangan.

Bagi Henry, pertemuan itu mempertegas satu hal: pembangunan ekonomi daerah tidak cukup bertumpu pada proyek-proyek besar.

Sektor riil, yang dihidupi jutaan pelaku UMKM, justru menjadi fondasi yang menentukan. Apakah pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan hingga ke lapisan terbawah masyarakat. ***

Pos terkait