TURISIAN.com – Ratusan penggembala unta dari berbagai penjuru padang stepa Mongolia berkumpul di Mandalgovi, ibu kota Provinsi Dundgovi, pada Minggu hingga Senin.
Mereka datang untuk merayakan Festival Unta. Sebuah perhelatan tahunan yang merawat denyut tradisi sekaligus membuka pintu bagi pariwisata budaya.
Di bawah langit biru Mongolia yang luas dan angin gurun yang kering, derap langkah unta mengisi hamparan tanah Mandalgovi.
Para penggembala datang bersama keluarga, membawa unta-unta terbaik mereka. Hewan yang selama berabad-abad menjadi sahabat setia manusia stepa (hidup di gurun pasir). Pengangkut, sumber pangan, sekaligus simbol ketangguhan hidup di wilayah ekstrem.
Festival ini bukan sekadar ajang hiburan. Pemerintah daerah dan komunitas penggembala menjadikannya sebagai ruang untuk memperkenalkan budaya unta kepada publik yang lebih luas. Terutama wisatawan domestik dan mancanegara.

Tradisi Nomaden
Melalui festival ini, Mandalgovi ingin menunjukkan bahwa tradisi nomaden masih hidup, beradaptasi, dan relevan dengan masa kini.
Sementara itu, beragam kegiatan menghidupkan suasana. Balap unta menjadi tontonan utama, menghadirkan persaingan sengit namun penuh keakraban antar penggembala.
Di arena lain, camel polo menarik perhatian pengunjung dengan perpaduan olahraga modern dan kearifan lokal.
Sedangkan parade unta yang dihias kain warna-warni melintasi area festival, menampilkan kebanggaan para pemilik terhadap hewan ternak mereka.

Tak kalah menarik, pameran produk unta menjadi etalase ekonomi tradisional masyarakat stepa.
Susu unta, wol, kerajinan tangan, hingga produk olahan modern dipamerkan, menunjukkan potensi besar unta sebagai sumber penghidupan berkelanjutan.
Pengunjung dapat mencicipi, membeli, sekaligus mendengar kisah para penggembala tentang kehidupan nomaden yang semakin jarang dijumpai.
Di Mandalgovi, Festival Unta menjelma menjadi pertemuan antara masa lalu dan masa depan.
Di tengah perubahan iklim dan modernisasi, ratusan penggembala membuktikan bahwa tradisi bukanlah sesuatu yang ditinggalkan. Melainkan dirayakan, sembari membuka jalan baru bagi pariwisata dan ekonomi lokal Mongolia. ***





