TURISIAN.com – Di atas aliran Sungai Thames yang tenang, Tower Bridge berdiri anggun seperti potongan sejarah yang tak pernah usang.
Jembatan gantung yang menghubungkan kawasan Tower Hamlets dan Southwark itu terus menjadi magnet bagi wisatawan dari berbagai penjuru dunia.
Di pagi yang cerah hingga senja yang keemasan, langkah-langkah pelan para pelancong seolah menyatu dengan denyut kota London yang kosmopolitan.
Dibangun selama delapan tahun, Tower Bridge memiliki panjang 244 meter dan menjulang setinggi 65 meter.
Struktur megah ini rampung pada akhir abad ke-19, tepatnya pada 1894, dan diresmikan langsung oleh Pangeran Wales Edward VII.
Sejak saat itu, jembatan ini bukan sekadar sarana penyeberangan, melainkan simbol kemajuan teknik sipil sekaligus penanda era kejayaan Inggris.
Keunikan Tower Bridge terletak pada sistem jembatan gantung sekaligus bascule. Bagian tengahnya dapat terangkat untuk memberi jalan bagi kapal-kapal besar yang melintas di Sungai Thames.
Momen ketika kedua sisi jembatan terangkat perlahan masih menjadi tontonan yang memikat. Mengundang decak kagum wisatawan yang mengabadikannya lewat lensa kamera.
Di atas jembatan, wisatawan menikmati panorama London dari sudut yang istimewa. Menara-menara bergaya neo-Gothic yang kokoh berpadu dengan lanskap modern kota, menciptakan kontras yang memanjakan mata.
Tak jauh dari sana, berdiri Tower of London yang menambah kesan historis kawasan ini, seolah mengajak pengunjung menyusuri lorong waktu.
Sebagai situs warisan dunia dan ikon kota London, Tower Bridge lebih dari sekadar bangunan bersejarah.
Ia adalah ruang pertemuan antara masa lalu dan masa kini, tempat cerita tentang kejayaan, inovasi, dan kehidupan kota terus berdenyut.
Bagi wisatawan, berjalan melintasi Tower Bridge bukan hanya tentang menyeberang sungai, melainkan tentang merasakan sepotong jiwa London yang abadi. ***





