Tren Liburan 2027: Menjauh dari Layar, Mendekat ke Pengalaman

Tren Liburan 2027
Ilustrasi - Empat traveler di puncak gunung saat sunrise, tanpa satu pun layar ponsel. Cuma peta kertas, botol minum, dan tawa yang benar-benar hadir di momennya. Kini wisatawan lebih mencari nuansa slow travel, analog, dan mengejar pengalaman bukan notifikasi. (Dok.Turisian.com)

TURISIAN.com – Tren liburan 2027 diperkirakan menjadi momentum bagi wisatawan untuk menjauh sejenak dari layar ponsel.

Di tengah kehidupan yang kian lekat dengan teknologi, perjalanan tak lagi semata-mata tentang mengunjungi tempat baru.

Tetapi juga mencari ruang untuk beristirahat dari hiruk-pikuk dunia digital.

Laporan Travel Trends 2027 yang dirilis Skyscanner mencatat, 80 persen wisatawan Singapura mengaku mampu mengurangi atau memutus koneksi digital selama berlibur.

Kecenderungan ini disebut Signal Severance, yakni dorongan untuk mengambil jeda dari kehidupan yang terus terhubung dengan perangkat elektronik.

Seperti dilaporkan TTR Weekly pada Minggu, 11 Oktober 2026, minat masyarakat untuk bepergian tetap tinggi meski dibayangi ketidakpastian ekonomi.

Sebanyak 89 persen wisatawan Singapura berencana melakukan perjalanan dengan frekuensi yang sama atau lebih banyak pada 2027.

Namun, wisatawan tidak hanya mengejar banyaknya perjalanan. Sebanyak 37 persen responden mengutamakan pengalaman lokal yang autentik.

Sementara 36 persen lainnya berusaha menekan pengeluaran. Angka ini memperlihatkan bahwa pengalaman dan pertimbangan anggaran semakin menentukan pilihan liburan.

Mencari pengalaman di luar layar

Perubahan perilaku tersebut juga tercermin dari meningkatnya pencarian perjalanan ke sejumlah destinasi.

Pencarian menuju Yining, Cina, tumbuh 193 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun pencarian ke Gunung Kilimanjaro di Tanzania meningkat 84 persen.

Skyscanner menyoroti kedua destinasi itu dalam laporan tren perjalanan 2027. Kenaikan pencarian menjadi salah satu petunjuk mengenai perubahan minat wisatawan.

Meskipun tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa seluruh perjalanan tersebut didorong oleh keinginan melakukan detoks digital.

Selain mencari kesempatan untuk menjauh dari gadget, wisatawan juga menginginkan pengalaman yang lebih personal.

Sebanyak 56 persen responden Singapura mengaku pernah merencanakan perjalanan demi memperoleh barang eksklusif yang tidak tersedia secara daring.

Pengalaman budaya turut menjadi pertimbangan. Sebanyak 18 persen responden menempatkan pengalaman budaya sebagai faktor terpenting ketika merencanakan perjalanan yang berkaitan dengan musik.

Bagi sebagian wisatawan, perjalanan dengan demikian bukan sekadar perpindahan dari satu tempat ke tempat lain.

Ada pengalaman yang ingin diperoleh secara langsung, mulai dari mengenal budaya setempat hingga menemukan sesuatu yang tidak bisa digantikan oleh aktivitas di dunia maya.

Teknologi tetap berperan dalam perencanaan

Keinginan untuk mengurangi koneksi digital tidak serta-merta membuat wisatawan meninggalkan teknologi.

Perangkat digital masih menjadi alat penting ketika mereka mencari inspirasi dan menyusun rencana perjalanan.

Menurut laporan Travel Daily Media pada Minggu, 11 Oktober 2026, sebanyak 65 persen wisatawan Singapura menggunakan kecerdasan buatan (AI).

Yakni, untuk membantu merencanakan perjalanan, terutama dalam mencari informasi destinasi dan menyusun itinerary.

Media sosial juga menjadi sumber referensi. YouTube digunakan oleh 58 persen responden, Instagram 48 persen, dan TikTok 39 persen.

Sementara itu, sebanyak 19 persen responden memanfaatkan chatbot dan perangkat AI untuk mencari inspirasi liburan.

Data tersebut memperlihatkan paradoks dalam perilaku wisatawan modern. Teknologi semakin dibutuhkan untuk menentukan tujuan, menemukan informasi, dan menyusun agenda perjalanan. Namun, ketika tiba di destinasi, sebagian wisatawan justru ingin mengurangi ketergantungan terhadap perangkat yang sama.

Liburan pada 2027 pun berpotensi menjadi ruang untuk menyeimbangkan keduanya: memanfaatkan teknologi ketika diperlukan, lalu meletakkannya sejenak agar perjalanan dapat dinikmati secara langsung. ***

Pos terkait