MotoGP Mandalika Menggandakan Daya Tarik Wisata, Ekonomi Diproyeksikan Rp 5 Triliun

Daya Tarik Wisata
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat berada di tribun usai pembukaan MotoGP Mandalika 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu 11 Oktober 2026. (Dok.Kemenpar)

TURISIAN.com – Deru mesin di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat, tak hanya menyisakan persaingan di lintasan. Gelaran MotoGP 2026 juga membawa daya tarik wisata dan perputaran uang ke berbagai sektor usaha.

Pemerintah menilai ajang balap motor dunia itu menjadi salah satu penopang pengembangan wisata olahraga (sport tourism) di Indonesia.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, penyelenggaraan MotoGP Mandalika selama empat tahun terakhir menunjukkan perkembangan positif.

Jumlah penonton terus meningkat, sementara perhatian masyarakat internasional terhadap balapan di Indonesia kian besar.

“Olahraga merupakan salah satu tema pariwisata yang sangat potensial untuk terus dikembangkan,” kata Widiyanti dalam keterangan tertulis yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026.

Menurut Widiyanti, olahraga telah menjadi magnet pariwisata di berbagai negara.

Ekonomi Berganda

Indonesia, kata dia, perlu memperkuat sinergi agar potensi tersebut menghasilkan manfaat yang lebih luas bagi industri pariwisata dan masyarakat.

Sementara itu Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 mencatat lebih dari 150 ribu pengunjung.

Dampak ekonomi berganda (multiplier effect) dari penyelenggaraan tahun ini diperkirakan mencapai Rp 5 triliun.

BACA JUGA: Tiket MotoGP Mandalika 2026 Ludes, Tiket Premium Malah Paling Cepat Habis

Angka itu menunjukkan besarnya perputaran ekonomi yang menyertai sebuah kompetisi internasional.

Hotel, transportasi, usaha kuliner, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah ikut menikmati peningkatan aktivitas wisatawan.

Widiyanti menyebut tingkat keterisian kamar hotel di kawasan Mandalika mencapai 100 persen.

Di Kabupaten Lombok Tengah dan Kota Mataram, tingkat hunian hotel dilaporkan menyentuh 90 persen.

Angka Perputaran Uang

Jumlah penumpang angkutan udara dan omzet UMKM juga meningkat selama penyelenggaraan balapan.

Dampak ekonomi MotoGP, menurut kajian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas terhadap penyelenggaraan tahun sebelumnya, diperkirakan mencapai Rp 2,7 triliun hingga Rp 4,7 triliun secara nasional.

Namun, besarnya angka perputaran uang bukan satu-satunya ukuran keberhasilan wisata olahraga.

Tantangan berikutnya ialah menjaga agar kunjungan wisatawan tidak berhenti ketika balapan berakhir.

Widiyanti mengatakan, manfaat ekonomi MotoGP perlu dirasakan secara berkelanjutan.

Penyelenggaraan ajang internasional semestinya menjadi pintu masuk untuk memperpanjang masa tinggal wisatawan, meningkatkan kunjungan ke destinasi lain. Serta memperluas kesempatan usaha bagi penduduk setempat.

Wisata olahraga kini berkembang menjadi industri global yang mempertemukan olahraga, pariwisata, media, dan ekonomi kreatif.

Peningkatan Kualitas

Bagi Indonesia, kompetisi internasional seperti MotoGP dapat menjadi sarana memperkenalkan destinasi sekaligus memperluas pasar wisatawan mancanegara. Termasuk mendorong daya tarik wisata lainnya.

Kementerian Pariwisata, kata Widiyanti, akan melanjutkan kolaborasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk mengoptimalkan potensi wisata olahraga.

Kerja sama itu mencakup peningkatan kualitas penyelenggaraan ajang internasional dan perluasan manfaat ekonomi bagi industri pariwisata.

Pekerjaan rumahnya adalah mengubah keramaian selama tiga hari balapan menjadi kunjungan yang berlangsung sepanjang tahun.

Sebab, keberhasilan sebuah destinasi tidak hanya ditentukan oleh banyaknya orang yang datang. Tetapi juga oleh berapa lama mereka tinggal dan seberapa besar manfaat yang diterima masyarakat setempat. ***

Pos terkait