TURISIAN.com – Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) mulai menempatkan musik jazz sebagai bagian dari strategi penguatan ekosistem ekonomi kreatif berkelanjutan.
Di balik citranya yang kerap dipersepsikan eksklusif, jazz justru dinilai memiliki basis penikmat yang loyal sekaligus potensi ekonomi yang tidak kecil.
Hal itu mengemuka dalam audiensi Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar bersama musisi Berry Likumahuwa dan kreator film Jeremy Teja Sanger, Kamis, 2 April 2026.
Pertemuan tersebut membahas kemungkinan pengembangan pertunjukan jazz yang tidak hanya menonjol secara artistik, tetapi juga memiliki perencanaan bisnis yang matang.
Irene menekankan pentingnya melihat pertunjukan jazz sebagai bagian dari ekosistem yang lebih luas.
Ia mendorong agar setiap elemen acara disiapkan secara komprehensif. Mulai dari kurasi talenta, konsep kolaborasi, hingga strategi pascaacara.
“Pertunjukan jazz tidak berdiri sendiri. Ia bisa terhubung dengan subsektor lain seperti kuliner, fesyen, hingga perhotelan,” ujar Irene.
Menurut dia, keterhubungan lintas subsektor itu berpotensi memperluas pengalaman audiens sekaligus membuka peluang ekonomi baru yang berkelanjutan.
Kementerian Ekraf, yang menaungi 17 subsektor, melihat kolaborasi sebagai prasyarat utama dalam membangun ekosistem yang sehat.
Musik, dalam konteks ini, diposisikan sebagai salah satu sektor strategis yang dapat tumbuh melalui sinergi dengan bidang lain.
Gagasan pertunjukan musik jazz yang diinisiasi Berry Likumahuwa bersama Jeremy Teja Sanger menjadi salah satu contoh pendekatan tersebut.
Konsep yang dirancang tidak berhenti pada konser, melainkan dikembangkan menjadi film dokumenter. Sekaligus melibatkan talenta muda dari berbagai daerah.
Berry menyebut pertemuan itu memberi sudut pandang baru dalam merancang pertunjukan yang lebih terintegrasi.
Selama hampir dua dekade berkarya, ia menilai persoalan utama industri justru terletak pada minimnya sinergi antar pelaku.
Sementara itu, Jeremy melihat keterlibatan pemerintah sebagai sinyal positif bagi keberlanjutan inovasi di sektor kreatif.
Kolaborasi antara musik dan film yang tengah mereka rancang diharapkan tidak hanya melahirkan karya. Tetapi juga menjadi model pengembangan ekosistem kreatif yang lebih berkelanjutan. ***





