TURISIAN.com – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyusuri sudut-sudut Blok M pada Jumat, 27 Maret 2026.
Di tengah libur Lebaran, kawasan yang pernah identik dengan pusat belanja itu kini tampak berdenyut dengan ritme berbeda. Lebih cair, lebih muda, dan sarat ekspresi.
Di bawah jalur MRT, arus manusia mengalir tanpa putus. Jembatan penghubung, ruang komunal, hingga deretan gerai kuliner menjadi panggung spontan bagi pelaku ekonomi kreatif.
Riefky mengamati satu per satu. Interaksi yang terbentuk, ruang yang dimanfaatkan, hingga cara kawasan itu mengikat aktivitas publik dalam satu ekosistem yang terhubung.
“Saya melihat langsung dinamika aktivitas publik dan integrasi ruang kreatif di kawasan ini,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu 28 Maret 2026.
Blok M, menurut dia, tak lagi sekadar destinasi belanja. Kawasan ini menjelma menjadi ruang artikulasi gagasan. Tempat generasi muda memamerkan produk, merawat jejaring, dan menguji pasar.
Lokasinya yang strategis serta akses transportasi publik yang terintegrasi membuat kawasan ini tumbuh sebagai simpul pertemuan lintas subsektor.
Pemerintah, melalui Kementerian Ekonomi Kreatif, disebut telah menjalin kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menghidupkan ruang-ruang kreatif tersebut.
Aktivasi kawasan dilakukan dengan memanfaatkan konektivitas transportasi, termasuk kehadiran MRT yang mengikat berbagai titik aktivitas.
Dalam kunjungannya, Riefky meninjau sejumlah lokasi. Mulai dari jembatan MRT Blok M, Blok M Hub, hingga gerai-gerai kuliner yang menjadi magnet baru kawasan itu.
Pendiri Katadata Indonesia, Metta Dharmasaputra, melihat potensi yang sama. Ia menilai keberadaan komunitas yang tumbuh organik di Blok M membuka peluang kolaborasi berkelanjutan.
Dari situ, ekosistem ekonomi kreatif dapat berkembang lebih jauh. Tidak hanya sebagai ruang transaksi, tetapi juga sebagai ruang produksi ide.
Kementerian Ekonomi Kreatif, kata Riefky, akan terus mendorong penguatan jenama lokal.
Targetnya jelas, membawa produk kreatif Indonesia naik kelas dan menembus pasar global melalui pengembangan ekosistem yang lebih terstruktur di berbagai daerah. ***





