TURISIAN.com – Pengakuan terhadap dapur Indonesia kembali menemukan momentumnya. Dua restoran yakni August dan Locavore NXT menembus daftar Asia’s 50 Best Restaurants 2026.
Di tengah kompetisi kuliner Asia yang kian padat, capaian ini bukan sekadar prestasi, melainkan sinyal bahwa lanskap gastronomi Indonesia tengah bergerak naik kelas.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana melihat pencapaian ini sebagai lebih dari sekadar kabar baik industri kuliner.
Ia menyebutnya sebagai pintu masuk promosi pariwisata Indonesia yang bertumpu pada pengalaman—perpaduan budaya, kreativitas, dan cita rasa autentik.
“Ini menunjukkan bahwa kekayaan gastronomi Nusantara memiliki daya saing global ketika dipadukan dengan inovasi, kualitas, dan storytelling yang kuat,” ujar Widiyanti dalam keterangan resminya, Sabtu 28 Maret 2026.
Pengumuman yang disampaikan di Hong Kong pada 25 Maret 2026 menempatkan August di posisi 42 dan Locavore NXT di peringkat 44.
Keduanya mencatat lonjakan signifikan. August naik dari posisi 49 tahun lalu, sementara Locavore NXT melesat jauh dari peringkat 92.
Angka-angka itu mencerminkan satu hal: konsistensi yang mulai berbuah pengakuan.
Di tangan Chef Hans Christian, August mempertahankan reputasinya sebagai restoran terbaik di Indonesia.
Berlokasi di jantung kawasan bisnis Jakarta, restoran ini memainkan pendekatan kuliner kontemporer yang tetap berakar pada rasa Indonesia.
Tak sekadar makanan
Sementara itu, sajian yang ditawarkan tak sekadar makanan, melainkan pengalaman bersantap yang intim dan terkurasi.
Sorotan juga tertuju pada Chef Pastry Ardika Dwitama. Ia tak hanya menjadi kekuatan di balik dapur manis August. Tetapi juga meraih penghargaan Asia’s Best Pastry Chef Award 2026.
Karyanya bergerak di antara presisi teknik dan eksplorasi bahan lokal. Dari jasmine sencha hingga fermentasi nanas,menciptakan dessert yang modern namun tetap berjejak pada identitas Nusantara.
Sedangkan, Locavore NXT di Ubud menghadirkan wajah lain gastronomi Indonesia: progresif dan berkelanjutan.
Restoran ini mengusung pendekatan hyper-local dan eco-conscious, mengolah bahan-bahan lokal dengan ketelitian tinggi.
Di tangan tim dapurnya, pengalaman bersantap berubah menjadi narasi tentang alam, musim, dan relasi manusia dengan lingkungan.
Masuknya Locavore NXT ke daftar utama juga menegaskan posisi Ubud—dan Bali secara umum. Bukan hanya sebagai destinasi wisata alam dan budaya, tetapi juga sebagai laboratorium inovasi kuliner kelas dunia.
Widiyanti menilai capaian ini sejalan dengan arah baru pengembangan pariwisata Indonesia, yang semakin menempatkan gastronomi sebagai pilar strategis.
Bukan sekadar pelengkap perjalanan, kuliner kini menjadi alasan utama seseorang datang.
Melalui payung “Wonderful Indonesia”, pemerintah berupaya memperkuat ekosistem gastronomi nasional.
Dari promosi berbasis bahan lokal hingga membuka jalan bagi pelaku industri menembus panggung global.
Di titik ini, dapur Indonesia tampaknya tak lagi sekadar bertahan. Ia mulai berbicara, dengan bahasa yang dipahami dunia. ***





