Henry Husada Sebut Bazar Rakyat Monas, Dorong UMKM dan Perkuat Ekonomi Rakyat

Bazar Rakyat
Suasana area Bazar Rakyat Monas, Sabtu 28 Maret 2026. (Dok sekretariat.kabinet)

TURISIAN.com — Dukungan terhadap penyelenggaraan bazar rakyat di kawasan Monumen Nasional terus mengalir.

CEO Kagum Group, Henry Husada, menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut yang dinilai memberi dampak nyata bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut Henry, kegiatan seperti bazar rakyat bukan sekadar ajang jual beli. Tetapi menjadi ruang strategis untuk mendorong peningkatan pendapatan UMKM.

Terutama di momen libur Lebaran yang identik dengan tingginya mobilitas masyarakat.

“Tentu saja, program seperti ini bisa terus berkesinambungan. Tidak saja pada momen seperti sekarang, tetapi juga pada momen-momen hari kebesaran yang akan datang,” ujar Henry kepada Turisian.com, Minggu 29 Maret 2026.

Ia menilai, momentum libur Lebaran memberikan dorongan signifikan bagi keberlangsungan usaha mikro.

Dalam situasi geopolitik global yang belum sepenuhnya pulih, UMKM justru menjadi penopang penting ekonomi nasional.

Henry—yang dikenal sebagai sosok “Bapak UMKM”—menegaskan bahwa sektor ini telah teruji ketangguhannya.

“Sejak dulu, UMKM terbukti tangguh. Masih ingat ketika masa Covid, UMKM Indonesia berkontribusi dalam menopang jalannya roda ekonomi nasional,” katanya.

Antusiasme Pelaku Usaha

Sementara itu, Gelaran Bazar Rakyat Monas yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu 28 Maret 2026 itu disambut hangat para pelaku UMKM.

Mereka merasakan langsung manfaat dari kegiatan tersebut, baik dari sisi pendapatan maupun promosi usaha.

Fauzi, pedagang bakso asal Jakarta Barat, mengaku mendapatkan pesanan lebih dari 500 porsi bakso untuk dibagikan secara gratis kepada pengunjung.

“Bagaimana ya, luar biasa. Jarang-jarang ada seperti ini. Biasanya yang pesan ini dinas, tetapi baru kali ini untuk Pak Prabowo mah, good lah. Membantu sangat UMKM, sangat membantu,” ujarnya.

Henry Husada
Henry Husada, Tokoh UMKM Nasional yang juga CEO Kagum Group. (Turisian.com/Dok)

Ia juga menyebut harga bahan baku selama Lebaran relatif stabil, sehingga tidak memberatkan pelaku usaha.

“Untuk bahan-bahan masih stabil. Belum ada kenaikan harga di Lebaran ini,” katanya.

Hal serupa disampaikan Megawati, pelaku UMKM rendang dari Jakarta Selatan.

Ia menerima pesanan hingga 500 paket nasi rendang dan tetap bersemangat memenuhi permintaan tersebut.

Menurutnya, bazar rakyat tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga membuka peluang promosi produk ke masyarakat luas.

Ia berharap kegiatan serupa terus digelar dan disertai dukungan permodalan bagi UMKM.

“Mudah-mudahan kita di dalam UMKM ini bisa dibantu dengan event-event seperti ini dan di event-event selanjutnya juga untuk permodalannya dibantu,” ujarnya.

Harapan Keberlanjutan

Shela, pedagang pempek dari Bintaro, turut merasakan manfaat besar dari bazar tersebut. Ia menilai kegiatan ini sebagai bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap pelaku usaha kecil.

“Sangat membantu sih buat saya, buat muter-muter modal lagi ya. Penambahan modal lagi,” kata Shela.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan lebih merangkul pelaku UMKM skala kecil.

“Lebih merangkul kita lah UMKM yang kecil-kecil. Jangan hanya yang besar-besar aja,” ucapnya.

Bazar rakyat di kawasan Monas bukan hanya menghadirkan aktivitas ekonomi. Namun, juga menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Ribuan porsi makanan gratis yang dibagikan kepada pengunjung memperkuat semangat kebersamaan dalam perayaan Idul Fitri.

Lebih dari sekadar transaksi, kegiatan ini menjadi ruang berbagi dan mempererat solidaritas sosial. Sekaligus menegaskan bahwa UMKM tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional. ***

Pos terkait