Isu Sampah Menguat di Pidato Idul Fitri Wali Kota Bandung Muhammad Farhan

Isu Sampah
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat memberikan sambutan di salat Idul Fitri 1447 Hijriah, Sabtu 21 Maret 2026. (Dok.Pemkot Bandung)

TURISIAN.com – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengangkat isu sampah sebagai persoalan laten yang kembali mengemuka di tengah perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.

Seusai Salat Id di Plaza Balai Kota Bandung, ia menyebut produksi sampah harian kota ini telah menyentuh kisaran 1.600 hingga 1.800 ton.

Angka yang mencerminkan denyut aktivitas sosial-ekonomi warga yang tak pernah benar-benar surut.

Bagi Farhan, sampah bukan sekadar limbah, melainkan residu dari kehidupan urban itu sendiri. Karena itu, pengelolaannya tak bisa dibebankan hanya pada pemerintah.

“Sampah adalah residu dari kehidupan kita. Maka, pengelolaannya menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Sorotan terhadap persoalan ini, kata dia, bahkan telah menjangkau pemerintah pusat. Isu sampah Bandung kini bukan lagi urusan domestik semata.

Melainkan bagian dari perhatian nasional yang menuntut langkah lebih sistematis dan berkelanjutan.

BACA JUGA: Bayar Pakai Sampah, Warga Serbu Bazar Great Bandung 2025

Pemerintah Kota Bandung, lanjut Farhan, telah menggulirkan sejumlah program berbasis partisipasi warga. Mulai dari penguatan di tingkat kewilayahan hingga peningkatan kapasitas petugas kebersihan.

Namun, ia menegaskan, simpul persoalan tetap bertumpu pada perilaku masyarakat.

Perubahan, menurutnya, harus dimulai dari hal paling elementer: memilah dan mendaur ulang sampah sejak dari rumah.

Ia mengaitkan praktik itu dengan nilai-nilai religius yang mengemuka di hari raya.

“Kebersihan adalah bagian dari iman,” kata Farhan.

Momentum Lebaran, ia berharap, dapat menjadi titik tolak pembentukan budaya baru. Kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Dengan kesadaran kolektif, Farhan optimistis, Bandung tak sekadar mampu menahan laju persoalan sampah, tetapi juga mengurainya secara bertahap. ***

Pos terkait