TURISIAN.com – Ramadan 1447 Hijriah beranjak memasuki pekan kedua. Waktu bergerak cepat. Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, ingatan orang Indonesia perlahan tertuju pada satu ritual tahunan, pulang kampung.
Mudik bukan sekadar perjalanan geografis, melainkan perjalanan emosional. Kembali ke akar, keluarga, dan kenangan masa kecil yang menunggu di kampung halaman.
Namun tradisi itu kerap diiringi persoalan lama yang terus berulang. Perburuan tiket transportasi, harga perjalanan yang melonjak, hingga padatnya mobilitas menjelang Lebaran menjadi tantangan tersendiri. Tantangan yang harus dihadapi para pemudik setiap tahun.
Di tengah situasi tersebut, program mudik gratis kembali menjadi harapan bagi banyak orang.
Tahun ini, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan kembali membuka program Mudik Gratis Angkutan Lebaran 2026.
Program tersebut menawarkan perjalanan pulang kampung tanpa biaya bagi masyarakat. Sekaligus menjadi upaya pemerintah mengurangi kepadatan kendaraan pribadi di jalan raya.
Sebanyak 401 unit bus disiapkan untuk mengangkut 15.834 penumpang. Baik pada arus mudik maupun arus balik. Kuota besar itu tetap bersifat terbatas siapa cepat, dia mendapat tempat.
Sementara itu Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan mengatakan pendaftaran akan dibuka mulai 1 Maret 2026 secara daring melalui laman resmi Kementerian Perhubungan.
“Pendaftaran dibuka secara online dan akan ditutup setelah seluruh kuota terpenuhi,” ujar Aan, Rabu, 25 Februari 2026, seperti dikutip dari laman resmi Kemenhub.
Informasi tersebut juga diumumkan melalui akun media sosial resmi Ditjen Hubdat sehari kemudian.
Pengumuman itu disambut antusias warganet yang setiap tahun menantikan kesempatan mudik tanpa biaya perjalanan.
Puluhan Kota Tujuan
Program ini menjangkau 34 kota tujuan arus mudik yang tersebar di Pulau Jawa hingga Sumatera. Wilayah Jawa Tengah dan DIY menjadi tujuan terbanyak. Di antaranya Semarang, Solo, Yogyakarta, Purwokerto, hingga Cilacap dan Magelang.
Di Jawa Barat, tersedia rute menuju Garut, Tasikmalaya, Cirebon, dan Kuningan.
Sementara di Jawa Timur, pemudik dapat menuju Surabaya, Malang, Madiun, Tuban, dan Tulungagung.
Adapun rute luar Jawa mencakup Palembang, Lampung, Bengkulu, Padang, Medan, hingga Aceh.
Keberangkatan arus mudik dijadwalkan berlangsung pada 16–18 Maret 2026 dari sejumlah terminal di wilayah Jabodetabek. Termasuk Terminal Pondok Cabe, Jatijajar, Pulogebang, Poris Plawad, dan Kampung Rambutan.
Fasilitas Arus Balik
Selain perjalanan mudik, Ditjen Hubdat juga menyiapkan program arus balik dari 12 kota menuju kawasan Jakarta, Depok, dan Tangerang.
Registrasi ulang dijadwalkan pada 24 Maret 2026, dengan keberangkatan penumpang sehari setelahnya.
Terminal-terminal besar di berbagai daerah menjadi titik keberangkatan. Mulai dari Banda Aceh, Medan, Padang, Palembang, hingga kota-kota utama di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Motor Ikut Pulang Kampung
Sedangkan program ini tak hanya mengangkut penumpang. Pemerintah juga menyediakan fasilitas pengangkutan sepeda motor untuk empat kota tujuan—Purwokerto, Solo, Yogyakarta, dan Wonogiri.
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan akibat perjalanan jarak jauh menggunakan sepeda motor saat musim mudik.
Penyerahan sepeda motor arus mudik dijadwalkan pada 16 Maret 2026 di Terminal Pondok Cabe, dengan pemberangkatan dilakukan pada malam harinya.
Sementara untuk arus balik, penyerahan kendaraan berlangsung 24 Maret 2026 di terminal masing-masing kota tujuan.
Pendaftaran program mudik gratis dibuka setiap hari pada 1–15 Maret 2026 mulai pukul 08.00 WIB dan akan ditutup setelah kuota harian terpenuhi.
Artinya, kesempatan masyarakat untuk mendapatkan kursi gratis tidak akan berlangsung lama.
Di tengah biaya perjalanan yang terus meningkat, program ini kembali menjadi ruang kompromi antara tradisi mudik dan realitas ekonomi.
Bagi sebagian orang, kursi bus gratis itu bukan sekadar fasilitas transportasi, melainkan jalan pulang menuju orang-orang yang telah lama menunggu di kampung halaman.





