Ingin Berburu Takjil Ramadan di Jakarta? Kunjungi Tempat-tempat Ini

Ramadan di Jakarta
Ilustrasi Takjil untuk buka puasa saat bulan ramadan. (Dok.Unsplash/ Aldrin Rachman Pradana)

TURISIAN.com – Ramadan di Jakarta bukan hanya soal ibadah dan penantian azan magrib. Ia juga tentang denyut kota yang berubah setiap sore.

Trotoar menjelma pasar, bahu jalan menjadi lapak, dan aroma gorengan bercampur kolak menyeruak di antara deru kendaraan.

Tradisi berburu takjil tetap menjadi magnet tahunan yang sulit ditandingi pusat perbelanjaan mana pun.

Nah, buat kalian yang ingin berburu takjil di Jakarta, berikut delapan titik yang saban Ramadan selalu dipadati warga.

1. Pasar Bendungan Hilir (Benhil)

Nama Benhil nyaris identik dengan pasar takjil. Setiap sore, kawasan ini dipenuhi antrean pembeli yang datang dari berbagai penjuru. Pilihannya komplet: kue basah tradisional, kolak beraneka isi, es buah, hingga nasi kebuli dan lauk siap santap. Riuh, padat, dan nyaris tanpa jeda—Benhil seperti menegaskan diri sebagai episentrum takjil ibu kota.

2. Pasar Santa, Kebayoran Baru

Jika Benhil legendaris, Pasar Santa tampil lebih modern. Tenant-tenant kreatif menawarkan minuman segar dan camilan kekinian dengan harga bersahabat. Sejak pukul tiga sore, pengunjung. Dari anak muda hingga keluarga, mulai memadati lorong-lorongnya. Suasananya santai, tapi tetap semarak.

3. Masjid Sunda Kelapa, Menteng

Di kawasan ini, berburu takjil menyatu dengan nuansa religius. Pedagang menjajakan kuliner khas Betawi di sekitar masjid. Setelah berbuka, jamaah bisa langsung menunaikan salat magrib berjamaah. Kebersamaan terasa lebih kental, seolah Ramadan menemukan ruangnya yang paling intim.

4. Jalan Panjang, Jakarta Barat

Menjelang magrib, sisi Jalan Panjang berubah menjadi lautan lapak. Bubur kampiun dan aneka gorengan menjadi primadona, tak jarang memicu antrean panjang. Minuman segar dan jajanan tradisional melengkapi pilihan. Sederhana, tapi selalu ramai.

Camilan Tradisional

5. Kawasan Tebet, Jakarta Selatan

Tebet menawarkan variasi. Dari Pasar Tebet Barat hingga sekitar Stasiun Tebet, pedagang memadati titik-titik strategis. Camilan tradisional berdampingan dengan minuman kekinian. Akses yang mudah membuat kawasan ini nyaris tak pernah sepi menjelang berbuka.

6. Kawasan Condet, Jakarta Timur

Cita rasa lokal terasa kuat di Condet. Di Jalan Raya Condet hingga Entong Gendut, camilan khas Betawi menjadi daya tarik. Di sini, takjil bukan sekadar makanan pembuka, melainkan penanda identitas budaya yang tetap bertahan.

7. Kanal Banjir Timur (KBT), Jakarta Timur

KBT menghadirkan suasana terbuka. Warga datang bersama keluarga, duduk santai di tepian kanal, sambil memilih takjil dari deretan pedagang. Pilihannya luas—dari makanan ringan hingga hidangan berat. Ngabuburit terasa lebih cair dan merakyat.

8. Kota Tua Jakarta, Jakarta Barat

Di antara bangunan kolonial dan halaman museum, pedagang takjil menggelar dagangan. Sore di Kota Tua bukan hanya tentang berburu makanan, tapi juga menikmati lanskap sejarah.

Kombinasi wisata dan kuliner menjadikan kawasan ini tetap padat setiap Ramadan.

Ragam titik takjil itu menunjukkan satu hal, Ramadan di Jakarta adalah peristiwa sosial sekaligus ekonomi.

Dari pasar legendaris hingga kawasan bersejarah, kota ini selalu menemukan cara untuk merayakan waktu berbuka. Tentu dengan antrean, percakapan, dan sepiring kolak yang hangat. ***

Pos terkait