TURISIAN.com – Padi Reborn memanggungkan perayaan nostalgia yang berkelindan dengan energi baru. Hal itu terekam dalam konser Dua Delapan di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Sabtu malam, 31 Januari 2026.
Band yang digawangi Fadly, Piyu, Ari, Yoyo, dan Rindra itu membuka pertunjukan dengan “Prolog”.
Lagu pembuka sebelum menggiring ribuan penonton larut dalam deretan lagu yang telah menjadi penanda perjalanan karier mereka. Seperti “Bayangkanlah”, “Menanti Sebuah Jawaban”, dan “Sang Penghibur”.
Sepanjang konser, koor massal Sobat Padi mengiringi hampir setiap bait lagu. Tembang-tembang yang pernah menjadi latar perjalanan hidup banyak penggemar kembali menggema, menjelma karaoke kolektif di seantero arena.
Atmosfer kian menghangat ketika Fadly menyapa penonton dan menyampaikan terima kasih kepada penggemar yang datang dari berbagai daerah dan negara.
Sejumlah lagu emosional antara lain “Lingkaran”, “Semua Tak Sama”, “Seperti Kekasihku”, dan “Ternyata Cinta” menjadi ruang nostalgia bagi penggemar lama.
Lagu-lagu itu seolah mengantar ingatan pada fase keemasan Padi di awal 2000-an, ketika band asal Surabaya tersebut berada di puncak popularitasnya.
Salah satu sorotan malam itu adalah kolaborasi Padi Reborn dengan Fanny Soegi. Kehadiran Fanny memberi nuansa berbeda saat membawakan “Langit Biru” yang terasa lebih intim.
BACA JUGA: Padi Reborn Bakal Gelar Konser Perayaan Dua Delapan Perjalanan Musikal Mereka
“Asmalibrasi”
Ia kemudian tampil solo lewat “Asmalibrasi”, sebelum Padi Reborn kembali mengambil alih panggung melalui “Beginikah Rasanya”.
Konser ini juga menjadi etalase materi terbaru dari album Dua Delapan.
Lewat lagu “Ego” dan “Haru Biru”, Padi Reborn menunjukkan upaya mengeksplorasi warna musikal baru tanpa sepenuhnya melepaskan identitas yang telah melekat selama hampir tiga dekade.
Dari sisi visual, konser Dua Delapan mengusung konsep panggung 360 derajat.
Tata cahaya dan sistem hidrolik yang dinamis memberi pengalaman menonton yang lebih imersif, memungkinkan penonton menyaksikan penampilan band dari berbagai sudut.
Bekerja sama dengan Northstar Entertainment, Megapro Communications, dan Mata Elang Production, konser ini digelar sebagai penanda 28 tahun perjalanan Padi. Band yang dibentuk di Surabaya pada 1997.
Sekaligus menandai kembalinya mereka ke panggung besar setelah vakum hampir delapan tahun serta peluncuran album studio kedelapan bertajuk 28. ***





