Mengubah TPA Menjadi Ruang Wisata Butuh Proses Panjang, Contohnya Taman Harmoni

Taman Harmoni
Salah satu spot di Taman Harmoni Surabaya yang dulunya merupakan area TPA. (Foto:Ist)

TURISIAN.com – Mengubah bekas tempat pemrosesan akhir (TPA) menjadi ruang wisata bukan perkara memoles lanskap semata.

Ada tahapan panjang dan berlapis yang mesti dilalui agar lahan bekas timbunan sampah itu aman dihuni kembali.

Pengalaman Surabaya menata eks-TPA Sukolilo menjadi Taman Harmoni menjadi salah satu rujukan praktik tersebut.

Kepala Bidang Wilayah III Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Jawa Kementerian Lingkungan Hidup Gatut Panggah Prasetyo, menyebut proses pemulihan kawasan Taman Harmoni berlangsung sejak 2011 hingga 2014.

Lahan yang semula menjadi lokasi pembuangan sampah itu dibersihkan, ditata ulang, lalu ditanami vegetasi untuk memulihkan fungsi ekologisnya.

“Upaya ini bagian dari mengembalikan kawasan eks-TPA menjadi ruang yang bersih, asri, dan sehat. Penanaman vegetasi juga memperbaiki iklim mikro di sekitarnya,” kata Gatut di Surabaya, Minggu.

Menurut dia, transformasi TPA menjadi ruang publik harus melalui serangkaian uji kelayakan yang ketat.

Kondisi struktur tanah, potensi sisa gas metana, hingga risiko lingkungan lain mesti dipastikan aman.

Tanpa verifikasi menyeluruh, kawasan bekas TPA berpotensi menyimpan bahaya laten bagi pengunjung maupun warga sekitar.

Ruang wisata Taman Harmoni berdiri di atas hamparan bekas TPA Sukolilo. Pemerintah Kota Surabaya meresmikan kembali kawasan itu pada Agustus 2025, setelah menjalani proses revitalisasi.

Ruang hijau tersebut kini diproyeksikan menjadi salah satu paru-paru kota di tengah kepadatan Surabaya.

Isu persampahan masih menjadi pekerjaan rumah besar di kota metropolitan ini. KLH/BPLH memperkirakan Surabaya menghasilkan sekitar 1.500 ton sampah per hari.

Di tengah tekanan itu, pemerintah mendorong pengembangan pengolahan sampah menjadi energi listrik di wilayah aglomerasi Surabaya Raya.

Meliputi Surabaya, Gresik, Sidoarjo, dan Lamongan. Surabaya sendiri telah lebih dulu mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Benowo sebagai salah satu upaya mengurangi beban TPA. ***

Pos terkait