PT Kereta Api Luncurkan KA Gajayana dengan Rute 905 Kilometer, Melewati Staisun Mana Saja?

KA Gajayana
Dua penumpang tengah berbincang-bincang dalam perjalanan menggunakan KA Gajayana. (Foto: Dok.PT KAI)

TURISIAN.com – Kereta Api Indonesia memperkuat layanan kereta jarak jauhnya melalui pengoperasian KA Gajayana.

Rute yang ditempuh Malang–Jakarta Gambir pulang-pergi lewat lintas tengah Pulau Jawa.

Kereta ini menempuh jarak sekitar 905 kilometer dengan singgahan di sejumlah kota penting. Antara lain Malang, Blitar, Kediri, Madiun.

Kemudian singgah ke Solo Balapan, Yogyakarta, Purwokerto, dan Cirebon, sebelum berakhir di Stasiun Gambir.

Sepanjang 2025, KA Gajayana melayani 380.715 penumpang. Angka ini mencerminkan tingginya kebutuhan perjalanan antarkota pada lintas Malang–Jakarta serta wilayah yang dilalui.

Memasuki Januari 2026, KAI mulai mengoperasikan rangkaian Stainless Steel New Generation pada KA Gajayana untuk meningkatkan kenyamanan dan keandalan perjalanan jarak jauh.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, KA Gajayana memiliki peran strategis dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat dan keterhubungan antardaerah di Pulau Jawa.

Menurut dia, layanan kereta api jarak jauh yang terjadwal memungkinkan perjalanan kerja, pendidikan, maupun kunjungan keluarga berlangsung lebih efisien.

Rute KA Gajayana melintasi kota-kota dengan karakter aktivitas yang beragam. Malang, misalnya, dikenal sebagai pusat pendidikan, jasa, dan pariwisata di Jawa Timur.

Arus perjalanan mahasiswa, keluarga, dan wisatawan relatif stabil.

Data BPS

Sedangkan data Badan Pusat Statistik 2024–2025 menunjukkan sektor perdagangan dan jasa menjadi penopang utama perekonomian kota ini, seiring dengan kebutuhan transportasi antarkota.

Di Blitar, Kediri, dan Madiun, kereta api mendukung mobilitas sosial dan ekonomi masyarakat. Mulai dari perjalanan keluarga hingga aktivitas kerja dan usaha.

Struktur ekonomi daerah yang bertumpu pada sektor perdagangan dan jasa mendorong kebutuhan layanan transportasi jarak jauh yang terjadwal.

Memasuki Solo Balapan dan Yogyakarta, KA Gajayana melayani kawasan dengan aktivitas budaya dan pendidikan yang kuat.

Publikasi BPS Daerah Istimewa Yogyakarta 2025 mencatat pergerakan wisatawan nusantara yang tinggi.  Memperlihatkan peran kereta api dalam menopang perjalanan wisata dan aktivitas lintas daerah.  Purwokerto berfungsi sebagai simpul perjalanan di Jawa Tengah bagian barat.

Data PDRB Kabupaten Banyumas 2024–2025 menunjukkan dominasi sektor perdagangan dan jasa. Hal ini sejalan dengan tingginya mobilitas masyarakat menggunakan kereta api.

Kota Cirebon

Dari kota ini, perjalanan berlanjut ke Cirebon, yang berperan sebagai penghubung menuju wilayah Jawa Barat dan Jakarta.

Aktivitas perjalanan di kota pesisir tersebut berkaitan erat dengan sektor perdagangan, jasa, dan akomodasi, dengan tingkat hunian hotel yang relatif stabil sepanjang 2025.

Seluruh perjalanan itu bermuara di Jakarta, pusat pemerintahan dan aktivitas bisnis nasional.

Pola perjalanan pulang-pergi antara daerah dan ibu kota terbentuk oleh kebutuhan kerja, agenda institusional, serta mobilitas keluarga.

Selain menopang aktivitas ekonomi dan pariwisata, KA Gajayana juga menjaga keterhubungan sosial lintas wilayah.

Kereta api menjadi sarana perjalanan terjadwal bagi mahasiswa, pekerja, dan keluarga, memungkinkan interaksi antardaerah tetap berlangsung.

KA Gajayana merupakan layanan kereta penumpang kelas eksekutif dan luxury yang beroperasi sejak 28 Oktober 1999, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda ke-71.

Nama Gajayana diambil dari gelar Raja Kerajaan Kanjuruhan, Sang Liswa, yang memerintah sekitar abad ke-8 dengan pusat kerajaan di wilayah Dinoyo–Lowokwaru, Malang.

Sejak 2019, layanan luxury mulai dihadirkan, dan pada 2026 KAI kembali memperbarui sarana melalui penggunaan rangkaian stainless steel generasi baru. ***

 

Pos terkait