TURISIAN.com — Tokoh komunitas Tionghoa, Henry Husada, menghadiri rapat Panitia Imlek Nasional 2026 yang digelar bersama Ketua Umum Panitia Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf).
Pada kesempatan tersebut juga hadir Veronika Tan selaku Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Indonesia dalam Kabinet Merah Putih pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Rapat tersebut membahas berbagai agenda strategis perayaan Imlek Nasional 2026 yang dirancang tidak hanya sebagai perayaan budaya.
Tetapi juga sebagai ruang penguatan nilai kebhinekaan, kreativitas, dan inklusivitas di tengah masyarakat Indonesia.
Kehadiran sejumlah pejabat negara dalam rapat ini menegaskan dukungan pemerintah terhadap perayaan Imlek. Utamanya, sebagai bagian dari kekayaan budaya nasional yang terus dirawat dan dikembangkan secara berkelanjutan.
Henry Husada menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan lintas kementerian dalam persiapan Imlek Nasional 2026.
Menurutnya, hal ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang budaya dan etnis.
BACA JUGA: Revitalisasi Kota Tua dalam Balutan Budaya Imlek, Sebagai Pusat Seni

Mempererat Persatuan
“Sebagai bagian dari komunitas yang merayakan Imlek, saya merasa terhormat bisa menjadi bagian dari kegiatan ini. Tentu saja, saya sangat mendukung program-program yang semakin memperkuat keberadaan komunitas Tionghoa sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari publik Indonesia,” ujar Henry kepada Turisian.com, Sabtu 24 Januari 2026.
Ia berharap perayaan tahun ini dapat menjadi momentum untuk mempererat persatuan. Serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas. Khususnya, dalam pengembangan ekonomi kreatif dan pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum Panitia Imlek Nasional 2026 Irene Umar menegaskan bahwa perayaan Imlek ke depan akan dikemas lebih inklusif dan adaptif.
Tentu saja, dengan melibatkan berbagai komunitas lintas budaya, pelaku ekonomi kreatif, serta generasi muda.
Rangkaian kegiatan Imlek Nasional 2026 direncanakan akan berlangsung di beberapa kota besar di Indonesia. Tahun ini tema yang diusung adalah persatuan, keberagaman, dan kontribusi budaya Tionghoa bagi Indonesia. ***





