Daya Pikat Pariwisata Indonesia Terus Menguat di Mata Wisatawan Mancanegara

Daya Pikat Pariwisata
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memaparkan capaian sektor pariwisata Indonesia sepanjang 2025 dan rencana kerja Kementerian Pariwisata 2026 dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu 21 Januari 2026 lalu. (Foto: Dok.kemenpar)

TURISIAN.com – Daya pikat pariwisata Indonesia terus menguat di mata wisatawan mancanegara. Indikatornya terlihat dari pertumbuhan kunjungan dan kontribusi sektor pariwisata terhadap devisa nasional sepanjang 2025.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai capaian tersebut sebagai buah dari strategi promosi yang dijalankan secara terarah.

“Capaian ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran dan promosi yang kami jalankan berjalan efektif dan tepat sasaran,” ujar Widiyanti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat 23 Januari 2026.

Dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR di Jakarta, Rabu, 21 Januari, Widiyanti memaparkan bahwa peningkatan arus wisatawan menjadi pengungkit penting bagi kinerja ekonomi nasional, khususnya dari sisi devisa.

Data Badan Pusat Statistik mencatat, sepanjang Januari hingga November 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 13,98 juta kunjungan.

Angka itu naik signifikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di level 12,66 juta kunjungan.

Sekitar 72 persen dari total kunjungan tersebut berasal dari negara-negara pasar utama yang menjadi sasaran promosi Kementerian Pariwisata.

Sementara itu, Malaysia tercatat sebagai penyumbang terbesar dengan porsi sekitar 17 persen dari total wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia.

Widiyanti optimistis, setelah tabulasi final BPS yang dijadwalkan rampung pada Februari 2026, total kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang 2025 akan mencapai 15,3 juta.

Jumlah itu melampaui target Rencana Kerja Pemerintah yang dipatok sebesar 15 juta kunjungan.

Tak hanya dari sisi jumlah kunjungan, sektor pariwisata juga menunjukkan kontribusi signifikan terhadap devisa.

Selama tiga triwulan pertama 2025, devisa pariwisata tercatat mencapai 13,82 miliar dolar Amerika Serikat.

Wisatawan Domestik

Capaian tersebut dinilai berpotensi memperkuat neraca pariwisata secara berkelanjutan.

Dari sisi pergerakan wisatawan domestik, kinerjanya tak kalah impresif. Sepanjang Januari hingga November 2025, jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 1,09 miliar perjalanan.

Angka ini melampaui target 1,08 miliar perjalanan dan menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah pencatatan.

“Pariwisata domestik menunjukkan resiliensi yang sangat kuat dan menjadi penopang utama sektor pariwisata nasional,” kata Widiyanti.

Sektor pariwisata juga berperan besar dalam penyerapan tenaga kerja. Sepanjang 2025, sektor ini menyerap sekitar 25,91 juta tenaga kerja.

Widiyanti menegaskan, penguatan sumber daya manusia menjadi fondasi utama pembangunan pariwisata ke depan.

“Kami meyakini bahwa sumber daya manusia adalah pusat dari pembangunan pariwisata. Karena itu, peningkatan yang kami dorong tidak hanya pada kuantitas. Tetapi juga kualitas melalui pelatihan, sertifikasi, dan peningkatan kompetensi,” ujarnya.

Sepanjang 2025, pariwisata Indonesia juga mencatatkan sejumlah pengakuan nasional dan internasional.

Salah satunya, Bali terpilih sebagai destinasi terbaik dunia versi TripAdvisor. Pulau Dewata ini tetap menjadi daya pikat pariwisata Indonesia.

Memasuki 2026, Kementerian Pariwisata berkomitmen melanjutkan dan memperkuat berbagai program unggulan.

Di antaranya peningkatan keselamatan berwisata, pengembangan desa wisata, penguatan pariwisata berkualitas, optimalisasi program Event by Indonesia. Termasuk,  implementasi Tourism 5.0 yang difokuskan pada digitalisasi perizinan event.

Di bidang pengembangan sumber daya manusia, kementerian menargetkan fasilitasi pelatihan dan sertifikasi berbasis kompetensi bagi 1.900 orang.

Selain itu, pelatihan yang menitikberatkan pada soft skills, managerial skills, dan pariwisata berkelanjutan ditargetkan menjangkau 2.090 peserta di 38 provinsi.

Pendidikan vokasi melalui enam Politeknik Pariwisata juga diharapkan menghasilkan 2.950 lulusan. ***

Pos terkait