Hyundai Perkenalkan Van Camper Listrik Bertenaga Surya untuk Wisata Off-Grid

TURISIAN.com – Bagi wisatawan yang gemar berlibur di alam terbuka, Hyundai menghadirkan alternatif baru yang ramah lingkungan.

Pabrikan otomotif asal Korea Selatan itu memperkenalkan konsep van camper listrik yang dilengkapi panel surya. Dirancang khusus untuk petualangan jauh dari jaringan listrik atau off-grid.

Dilaporkan Electrek, Senin waktu setempat, van camper ini dilengkapi dapur, fitur pintar serta berbagai perlengkapan penunjang. Sehingga fitur ini  memungkinkan penggunanya tinggal jauh dari area perkemahan konvensional.

Konsep tersebut diperkenalkan sekitar sepekan setelah Hyundai meluncurkan Staria Electric, dan dipamerkan di ajang CMT 2026 di Stuttgart, Jerman.

Camper listrik ini dibangun di atas platform Hyundai Staria Electric, dengan jarak tempuh hingga sekitar 400 kilometer berdasarkan standar WLTP.

Hyundai menilai kemampuan tersebut menjadikannya fondasi ideal untuk camper listrik kelas premium yang ditujukan bagi perjalanan jarak jauh.

Kendaraan ini juga mengusung sistem arsitektur listrik 800 volt, sama seperti yang digunakan pada model IONIQ 5, IONIQ 6, dan IONIQ 9.

Berkat teknologi tersebut, pengisian daya cepat DC memungkinkan baterai terisi dari 10 hingga 80 persen hanya dalam waktu sekitar 20 menit.

BACA JUGA: Mazda, Menakar Logika dan Rasa di Tengah Pusaran Pasar Otomotif

Berdaya 160 kW

Meski masih menggunakan motor listrik depan berdaya 160 kW (215 hp) seperti Staria EV standar, Hyundai melakukan sejumlah penyempurnaan.

Suspensi depan dan belakang disetel ulang, sementara material peredam suara tambahan dipasang untuk menghadirkan kenyamanan berkendara yang lebih senyap.

Sementara itu, salah satu fitur utama Staria Camper adalah atap pop-up yang dapat dibuka hanya dengan menekan tombol.

Atap ini memperluas ruang interior sekaligus memberi akses langsung ke area dapur.

Untuk mendukung petualangan di luar jaringan listrik, Hyundai menyematkan panel surya berdaya 520 watt yang terintegrasi di atap kendaraan.

Dengan asumsi rata-rata lima jam sinar matahari per hari, panel ini mampu menghasilkan hingga 2,6 kWh listrik. Aliran ini dapat dimanfaatkan untuk memperpanjang jarak tempuh atau memenuhi kebutuhan listrik selama berkemah.

Selain itu, Staria Camper dilengkapi lemari es berkapasitas 36 liter, kepala pancuran portabel, serta sistem kontrol iklim kabin untuk menunjang perjalanan jangka panjang.

Sedangkan dii bagian belakang, tersedia kaca pintar yang tingkat transparansi dan perlindungan sinar UV-nya dapat diatur melalui layar sentuh khusus.

Meski menawarkan konsep yang menjanjikan, Hyundai menyebut Staria Electric Camper Concept masih dalam tahap evaluasi selama pameran CMT 2026.

Jika mendapat lampu hijau untuk diproduksi massal, Hyundai akan mengumumkan detail lanjutan di kemudian hari.

Pasar utama kendaraan ini diproyeksikan berada di Eropa. Hyundai belum memastikan ketersediaannya di Amerika Serikat, mengingat model Staria bermesin bensin saja tidak dipasarkan di negara tersebut.

 

Pos terkait