TURISIAN.com – Di bawah langit musim dingin yang cerah, hamparan bunga premtis (plum blossom) mulai mekar satu per satu di Yongtai County, tenggara Provinsi Fujian.
Kelopak-kelopak mungil berwarna merah muda dan putih itu seolah menandai dibukanya Festival Bunga Prem Tahunan, yang resmi dimulai pada Sabtu, 10 Januari 2026.
Sejak pagi, taman bunga plum di kawasan perbukitan Yongtai telah dipadati pengunjung.
Di antara dahan-dahan yang sarat bunga, tampak para perempuan mengenakan pakaian tradisional Tiongkok. Busana Hanfu dengan warna-warna lembut dan sulaman halus.

BACA JUGA: Pengembalian Pajak yang Cepat, Bikin Daya Tarik Wisatawan Datang ke China
Mereka melangkah anggun di antara lorong-lorong taman. Berpose, tertawa, dan sesekali merapikan lengan baju panjang yang berkibar tertiup angin. Menyatu dengan lanskap bunga yang sedang mencapai puncak kecantikannya.
Bagi banyak orang, festival ini bukan sekadar perayaan musim berbunga. Ia adalah perjumpaan antara alam dan budaya.
Di sejumlah sudut taman, panitia menyiapkan spot-spot foto tematik berlatar deretan pohon plum yang bermekaran.

Wisatawan, baik lokal maupun dari luar daerah, tak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk mengabadikan momen.
Ponsel dan kamera terangkat ke udara, memburu sudut terbaik ketika cahaya matahari menembus sela-sela kelopak bunga.
Anak-anak berlarian di antara pohon-pohon, sementara para orang tua menikmati suasana sambil berbincang.

Yongtai County
Aroma lembut bunga prem bercampur dengan udara sejuk musim dingin, menciptakan suasana yang menenangkan.
Kontras dengan hiruk-pikuk kota-kota besar yang tak pernah benar-benar tidur.
Sementara itu, Festival Bunga Prem ini telah menjadi agenda tahunan yang ditunggu-tunggu di Yongtai County.
Pemerintah daerah berharap perhelatan ini tidak hanya menghadirkan hiburan visual, tetapi juga menjadi jendela bagi dunia.
Utamanya, ,untuk melihat kekayaan alam dan budaya setempat. Melalui pameran seni, pertunjukan tradisional, serta aktivitas wisata berbasis alam.

Termasuk, festival ini dirancang untuk menggerakkan roda pariwisata lokal sekaligus memperkuat identitas Yongtai sebagai destinasi berbasis ekowisata dan budaya.
Di balik ribuan bunga premtis yang bermekaran, tersimpan harapan sederhana agar keindahan alam yang rapuh ini terus dirawat.
Itu karena ia telah memberi kehidupan bagi masyarakat di sekitarnya.
Di Yongtai, musim dingin tak lagi terasa dingin. Ia justru mekar, hangat, dan penuh cerita, sebagaimana bunga-bunga prem yang kini menjadi pusat perhatian dunia. ***





